Rokan Hulu (Inmas)- Sholat Idul Adha 1437 H tingkat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) , Senin (12/9), dipusatkan di Masjid Agung Nasional Islamic Center Rohul.
Belasan ribu umat muslim dari berbagai mesjid yang ada di ibukota Kabupaten Rohul itu bersama-sama melaksanakan Salat Idul Adha berjamaah dengan memadati lantai dasar dan lantai I, hingga kiri kanan dan belakang teras Masjid Agung Terbaik Nasional tersebut.
Terlihat hadir Plt Bupati Rohul H Sukiman Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH, Forkompinda, Kapolres AKBP Yusup Rahmanto SIK, MH, mewakili Dandim 0313/KPR Pabung Kapten Inf. Suprapto, Kakan Kemenag Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Ketua Pengadilan, Para Asisten, Staf Ahli, sejumlah Kepala Dinas Badan dan Kantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rohul serta umat muslim di Pasirpengaraian dan sekitarnya
Plt Bupati Rohul H Sukiman kepada wartawan, Senin (12/9) menyebutkan, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada umat muslim di Rokan Hulu yang telah melaksanakan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1437 H tahun 2016.
Dia menyebutkan, ada dua dimensi hikmah yang harus dipahami pada Hari Raya Idul Adha 1437 H. Pertama, dimensi ritual, pelaksanaan kurban semata-mata memenuhi perintah Allah dan Rasulullah yang dicontohkan Nabi Ibrahim kepada anaknya Nabi Ismail untuk meningkatkan keimanan dan kecintaan kepada Allah SWT.
Kedua, dimensi sosial, disamping keimanan dan sosial, daging korban dapat menjadi berkat si kaya dan miskin, dengan berkurban dapat membina persaudaraan, dan mengamalkan nilai kepekaan dan pedulian sosial.
Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengharapkan agar Momentum pelaksanaan Hari Raya Idul Adha ini, dapat menjadi pendorong, pemacu, dan pemicu untuk merajut kembali rasa persatuan, kesatuan dan meningkatkan ukhuwah islamiyah dalam membangun Rokan Hulu.
Dikatakannya, umat Islam harus dapat mengambil hikmah dari peristiwa Nabi Ibrahim dengan mengturbankan anaknya Ismail. Hal ini berarti bahwa apapun yang menjadi perintah dari Allah SWT maka hal itu harus kita lakukan, termasuk dengan menyerahkan harta yang paling kita cintai.
Ahmad Supardi juga berpesan bahwa salah satu hikmah terenting dari berkurban adalah dengan meneyembelih sifat-sifat kebinatangan yangt melekat pada setia diri umat manusia. Sifat kebinatangan ini, jika dibiarkan, maka akan dapat menerkam dan menghabisi saudaranya seiman dan seagama. (ash)