0 menit baca 0 %

Belajarlah Terus Agar tidak Menyesal di Kemudian Hari

Ringkasan: Kuantan Singingi (Kemenag) 07 November 2025, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Inuman, Bardias, Melaksanakan kegiatan buta aksara Alquran di SMAN 1 InuamnDalam suasana penuh kekeluargaan, sejumlah remaja tampak tekun mengikuti kegiatan belajar Al-Qur an di salah satu ruangan yang sederhana namun be...

Kuantan Singingi (Kemenag) 07 November 2025, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Inuman, Bardias, Melaksanakan kegiatan buta aksara Alquran di SMAN 1 Inuamn

Dalam suasana penuh kekeluargaan, sejumlah remaja tampak tekun mengikuti kegiatan belajar Al-Qur’an di salah satu ruangan yang sederhana namun bersih dan nyaman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan keagamaan bagi remaja agar memiliki dasar ilmu dan akhlak yang kuat sejak usia sekolah. Dengan bimbingan para ustaz dan pembimbing dari KUA, para peserta terlihat antusias dalam membaca, menulis, serta memahami isi kandungan Al-Qur’an.

Pembelajaran ini tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Para remaja diajak untuk menyadari pentingnya belajar sebagai bekal menghadapi masa depan. Melalui suasana belajar yang hangat dan santai, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat cinta Al-Qur’an di kalangan generasi muda.

Salah satu pembimbing menekankan bahwa belajar adalah proses panjang yang tidak boleh berhenti. “Belajarlah terus agar jangan menyesal di kemudian hari,” demikian pesan yang disampaikan kepada para peserta. Pesan ini menjadi pengingat bahwa masa muda adalah waktu terbaik untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya, baik ilmu agama maupun pengetahuan umum.

Kegiatan belajar ini juga menjadi wadah mempererat ukhuwah antarremaja dan memperkuat hubungan antara peserta dengan para pembimbing. Melalui interaksi yang positif, mereka diajarkan untuk saling menghormati, tolong-menolong, serta meneladani akhlak yang diajarkan Rasulullah SAW. Hal ini sejalan dengan tujuan bimbingan remaja, yakni membentuk pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.

Dengan semangat belajar yang tinggi, para remaja ini diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter. Mereka akan menjadi penerus bangsa yang tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai spiritual yang kuat. Kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa belajar tidak mengenal batas waktu dan tempat, karena ilmu adalah cahaya yang akan menerangi jalan kehidupan di masa depan.