Belajar Rasa Main Game oleh Guru MAN 4 Pekanbaru
Ringkasan:
Pekanbaru (Inmas), Komitmen MAN 4 Kota Pekanbaru untuk tetap menghadirkan pembelajaran bermutu kepada peserta didik di waktu-waktu libur pembelajaran tatap muka/ klasikal dalam rangka cegah penyebaran Corona Virus Disease Nineteen (Covid-19) sejak 16 Maret 2020 lalu, dilaksanakan dengan penyelenggar...
Pekanbaru (Inmas), Komitmen MAN 4 Kota Pekanbaru untuk tetap menghadirkan pembelajaran bermutu kepada peserta didik di waktu-waktu libur pembelajaran tatap muka/ klasikal dalam rangka cegah penyebaran Corona Virus Disease Nineteen (Covid-19) sejak 16 Maret 2020 lalu, dilaksanakan dengan penyelenggaraan pembelajaran virtual atau dalam jaringan (daring).
"Sejatinya proses belajar mengajar tidak libur, hanya dialihkan sahaja, dari yang awalnya harus hadir ke madrasah, menjadi cukup dari rumah sahaja. Karena memang di era digital ini, sumber belajar tak hanya guru, seperti masa-masa yang lalu. Guru kita juga telah menyiapkan rancangan pembelajaran daring untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai Kompetensi Dasar (KD) masing-masing mata pelajaran (mapel), sejak mulai diliburkannya proses pembelajaran tatap muka ini. Selain itu, diupayakan dalam penjelasan materi ajar, para guru juga mengorelasikannya dengan isu Covid-19. Hal ini penting untuk mengayakan khasanah pengetahuan peserta didik kita, tentang apa yang dialami oleh dunia saat ini", jelas Agus Salim Tanjung, MA Kepala MAN 4 Pekanbaru.
Seperti yang dilakukan oleh Ega Anggraini, S.Pd. I Guru Bahasa Arab pagi ini, Rabu (08/04/2020) dalam tangkapan layar smartphone masing-masing siswa, tampak sedang menyelenggarakan pembelajaran melalui aplikasi ZOOM cloud meetings. Yang mana semua siswa dapat menyimak, berhadapan langsung dan saling menanggapi seperti yang terjadi dalam pembelajaran klasikal biasanya. Tampak dilayar, siswa yang ikut dalam pembelajaran ini mengenakan seragam pramuka lengkap, seragam sesuai ketentuan madrasah di hari rabu. Katanya, ini ditujukan agar saat mengikuti pembelajaran, siswa tidak menggunakan pakaian yang kurang sopan dan kurang syar'i misalnya.
Adapun bentuk penugasan yang diberikan Ega berkaitan dengan peningkatan pengetahuan siswa tentang Covid-19 ini ialah tentang penggunaan kosa kata terkait Covid-19 dan contoh penggunaannya dalam kalimat bahasa Arab yang sempurna (Al-hayat as-shihhiyah li daf'i fairus Corona). (Zhendri)