0 menit baca 0 %

Bekerja bagi Wanita adalah Sunnah

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Peran istri atau wanita bekerja hanyalah sunnah, sifatnya hanya sebatas membantu suami dalam pemenuhan ekonomi keluarga, bukan menggantikan posisi suami yang wajib mencari nafkah. Namun menurut perempuan yang ramah senyum yang merupakan staf pada Bidang Penerangan Agama Islam, Zak...

Pekanbaru (Inmas)- Peran istri atau wanita bekerja hanyalah sunnah, sifatnya hanya sebatas membantu suami dalam pemenuhan ekonomi keluarga, bukan menggantikan posisi suami yang wajib mencari nafkah.

Namun menurut perempuan yang ramah senyum yang merupakan staf pada Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Tri Kasbiati, SE.I, fenomena yang terjadi saat ini, kartini atau wanita pekerja saat ini sangat ambisius dalam mengejar karier. Akibanya, suami dan anak- anak terbengkalai, hal tersebut terlihat dari tingginya tingkat perceraian gugat, karena wanita lebih melihat kesuksesannya di luar ketimbang di keluarga.

“Apapun keberhasilan perempuan di luar sana sebagai wanita karier, tetap saja bekerja hanya sebagai sunnah, karena sejatinya perempuan itu berada di rumah. Tapi karena kondisi ekonomi, mendorong wanita untuk membantu suami,” jelas Tri.

Untuk itu ia berharap, wanita- wanita Indonesia dapat kembali pada kordranya sebagai istri dan ibu dan menganggap bekerja hanyalah sebagia sunnah bukan prioritas diatas segalanya. “Kita bangga Kartini telah mendobrak keterkekangan wanita tempo dulu, yang membawa kita ke zulumati ilannur (dari kegelapan menuju cahaya), namun kita jangan sampai melampaui batas- batas seharusnya,” harapnya. (mus/dms)