0 menit baca 0 %

Bekali Peserta Raker Kemenag Kota Pekanbaru, Plt Kakanwil Kemenag Riau Kupas Hal Ini

Ringkasan: Riau (Inmas) Dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan program dan anggaran tahun lalu, yang sudah berjalan maupun persiapan untuk melaksanakan program Tahun 2019, Kemenag Kota Pekanbaru Taja rapat bersama seluruh jajaran satker terkait.Kegiatan yang berlangsung di Hotel Evo Pekanbaru ini mengangkat Tem...

Riau (Inmas) – Dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan program dan anggaran tahun lalu, yang sudah berjalan maupun persiapan untuk melaksanakan program Tahun 2019, Kemenag Kota Pekanbaru Taja rapat bersama seluruh jajaran satker terkait.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Evo Pekanbaru ini mengangkat Tema “ Melalui Zona Integritas Kita Tingkatkan Pelayanan dan Moderasi Beragama Ummat Menuju Pekanbaru Smartphone City yang Madani”.

Plt Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA hadir sebagai salah satu pemateri dalam kegiatan raker yang diikuti oleh 40 orang peserta tersebut.

Mahyudin menginginkan pelaksanaan DIPA 2019 bisa lebih optimal, serapan anggaran harus sesuai target. Selain itu Mahyudin mengingatkan  serapan anggaran harus tepat sasaran dan tepat guna dengan peruntukan dan peraturan yang berlaku sehingga betul betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat maupun bagi institusi Kemenag Riau.

Pada kesempatan itu Mahyudin mengingatkan seluruh peserta raker untuk terus mengidentifikasi peluang dan tantangan Tahun 2019 ini guna menemukan langkah dan solusi yang tepat dalam upaya meningkatkan kinerja sesuai dengan tiga mantra yang dicetuskan Menag RI pada Rakernas lalu.

Kepada peserta PLT Kakanwil juga berpesan agar menjadikan forum raker sebagai wadah evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi Tahun 2018. Tiga mantra yang dicetuskan Menag itu harus menjadi pegangan dan ruh bagi setiap aparatur Kemenag. Pertama, Moderasi beragama, dimana Aparatur Kemenag diminta untuk memahami keberagaman pemahaman agama, sehingga tidak menjadi ekstrim. Kedua, Kebersamaan yang akan selalu menjadi kunci dan kekuatan untuk selalu menjaga kedamaian. Ketiga, Sadar data artinya  dalam rangka meningkatkan kualitas layanan data menjadi sangat urgen.

Dihubungi terpisah, terkait Zona Integritas, Mahyudin menjelaskan Kemenag Kota Pekanbaru menjadi salah satu satker yang terpilih untuk diadakan penilaian.” Seluruh satker itu dilakukan penilaian, nah dari hasil penilaian tersebut kita masuk dua daerah, Pekanbaru dan Kemenag Siak”, sebutnya.

Keduanya harus mempersiapkan diri dalam zona integritas, namun pada verifikasi akhir Kemenag Siak mengaku tidak siap, maka masuk Kemenag Kota Pekanbaru. “Semoga ini menjadi acuan dan contoh bagi Kemenag yang lain dalam rangka mencapai reformasi birokrasi yang sudah dicanangkan Menpan RB”, ucap nya berharap.

Ketika disinggung keterkaitan Zona Integritas dengan Pelayanan dan moderasi agama, Mahyudin mengungkapkan Moderasi beragama bertujuan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh ASN, sementara reformasi birokrasi ini bertujuan agar bisa memberikan pelayanan yang sebaik baiknya. “Ini tuntutan reformasi birokrasi dalam pelayanan, maka moderasi beragama intinya bagaimana peningkatan kualitas pelayanan publik bisa terwujud di lingkungan ummat beragama.(vera/faj)