0 menit baca 0 %

Bedah Ilmu Fotografi , Siswa MAN I Rohil Sangat Antusias

Ringkasan: Riau (Inmas) Rabu siang (04/10), sejumlah siswa/i  madrasah terlihat asyik menyimak materi dari Nofrian eka Tresna, salah seorang narasumber Fotografi pada kegiatan Pelatihan Jurnalistik, Fotografi dan Mc di MAN I Rohil pada Rabu (04/10) lalu. Selain untuk memberi spirit positif, pelatihan Fotograf...

Riau (Inmas) – Rabu siang (04/10), sejumlah siswa/i  madrasah terlihat asyik menyimak materi dari Nofrian eka Tresna, salah seorang narasumber Fotografi pada kegiatan Pelatihan Jurnalistik, Fotografi dan Mc di MAN I Rohil pada Rabu (04/10) lalu. Selain untuk memberi spirit positif, pelatihan Fotografi  ini adalah sebagai bentuk dedikasi  tim jurnalis Subbag Inmas dalam memajukan madrasah, melalui program yang digagas oleh Kasubbag Inmas Kanwil Kemenag Dedi Sahrul S Kom MSi.

Sekitar 22 orang siswa dari beberapa sekolah MA, SMA I Rohil , SMK Rohil, yang tergabung untuk mendapatkan pembekalan tentang fotografi. Para peserta akan dibekali bagaimana mengenal kamera dengan baik, mengambil komposisi gambar yang baik, hingga teknik pencahayaan dalam pengambilan foto.

Menurut pria yang akrab disapa eka ini, dunia fotografi merupakan salah satu ilmu yang kelihatan nya mudah gampang, namun jika didalami tidak semudah yang terlihat. “Kami akan coba sharing secara umum saja, meskipun dalam waktu yang tidak banyak ini”, katanya.

Dalam pelatihan tersebut selain diberikan materi tentang jenis jenis fotografi dan teknik mengambil foto, peserta juga diajak melakukan praktek langsung yang  bertempat di lingkungan halaman madrasah. Eka mengatakan dalam menjalani hobi fotografi yang tidak terlepas dari kemajuan dunia teknologi penguasaan alat dan pengembangan kreativitas. Makanya  membutuhkan beberapa hal penting untuk menjadi fotografer yang handal dan profesional.

Personil  Inmas yang baru saja bergabung awal September lalu dengan Tim Subbag Inmas ini memaparkan beberapa tips jitu, diantaranya, Pertama, do’a menjadi start poin dalam pengambilan sebuah foto. Kedua, cinta ia menilai setiap fotografer harus mencintai kameranya apapun spec maupun merknya, karena dengan cinta sebuah kamera akan menghasilkan gambar yang terbaik.

Ketiga, jadikan kamera sebagai perlatan kita kemanapun kita pergi. Keempat,  berani mengambil menjepret sesuatu dalam berbagai kondisi meskipun hasil belum maksimal. Pertanyaan mengapa saya mengambil objek ini menjadi poin penting kelima yang diuraikan pria periang ini.  Sharing, berbagi hasil jepretan dengan  orang lain menjadi poin yang tak kalah penting baginya. Dan terakhir fotografer harus mampu mempelajari software editing foto. Menurutnya pembentukan karakter fotografer menjadi bagian terpenting sebagai pondasi utama untuk memasuki dunia jurnalistik.

Selain itu, eka menambahkan bahwa fotografi juga bisa menjadi lahan income yang menghasilkan uang. “Jika saat ini banyak orang yang suka selfie, kenapa ga coba digeluti dengan serius  pasti bisa menjadi income tersendiri”, ujarnya memberi spirit.

Ditempat yang sama, salah seorang siswa Abdul Jabar Jailani Siswa MAN I rohil mengaku tertarik fotografi sudah sejak lama, ia tertarik dengan bagaimana teknik pengambilan foto terbaik pada malam hari, ia menanyakan hal tersebut saat pemateri melakukan praktek mengambil foto. Peserta lain dari siswi perempuan mengaku mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru dengan pelatihan itu, ia berharap pelatihan ini bisa gelar lagi kedepan oleh tim Inmas Kanwil Kemenag Riau.

Pada kesempatan itu Eka menampilkan dan menjelaskan secara rinci contoh contoh foto yang bernilai, gambar alam menarik yang memiliki nilai jual tinggi, tidak hanya pada benda hidup namun juga pada benda mati.

“Kami berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan, dan dikembangkan sehingga dapat menambah pengetahuan, mengarahkan hobi siswa di usia ABG ke arah yang positif dan menghindari kegiatan kurang baik bagi pelajar”, pungkas bapak satu anak ini.(vera)