0 menit baca 0 %

BAZNAS Kab. Siak Rakor Bersama Pimpinan Pesantren dan Relawan Zakat

Ringkasan: Siak (Humas) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Siak, Jum’at (12/09) telah melakukan rapat koordinasi dengan pimpinan pondok pesantren dan relawan zakat se-Kabupaten dalam rangka mensinergikan program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pesantren dan mendengarkan laporan relawan...

Siak (Humas) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Siak, Jum’at (12/09) telah melakukan rapat koordinasi dengan pimpinan pondok pesantren dan relawan zakat se-Kabupaten dalam rangka mensinergikan program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pesantren dan mendengarkan laporan relawan zakat dari setiap kecamatan.

Rapat koordinasi ini langsung dipimpin oleh Pimpinan Umum BAZNAS Kabupaten Siak, Drs. H. Alfedri,M.Si didampingi Ketua I, H.Muhyarudin Matondang, S.Ag (Kasi PHU Kemenag Kab. Siak dan Sekretaris Umum Resman Junaidi, SHI (Penyelenggara Syariah Kemenag Kab. Siak).

Alfedri menjelaskan bahwa penyaluran zakat pola usaha produktif ini bertujuan untuk menciptakan pesantren kreatif dalam mengembangkan usaha-usaha produktif yang manfaatnya bisa cepat dirasakan oleh pesantren, artinya usaha yang dikelola manfaatnya tidak terlalu lama menunggu hasilnya, untuk itu setiap pesantren akan diberikan dana zakat maksimal Rp.50.000.000.

Kepada pimpinan Pondok Pesantren se-Kabupaten Siak, Alfedri menjelaskan, “Program ini kita berikan sebagai bentuk kerjasama kita dalam mengembangkan potensi yang ada di pesantren yang ada. Nantinya program ini kita harapkan dapat menjadi salah satu lokomotif perkembangan pesantren dibidang ekonomi”.

Dalam rapat itu, masing-masing perwakilan pesantren dimintai penjelasannya mengenai potensi yang akan dikembangkan. Misalnya Pesantren Jabal Nur dari Kecamatan Kandis ini akan mengembangkan usaha paving block dan peternakan lele, dan Alfedri pun memberi masukan agar masing-masing pesantren dapat saling berkoordinasi dan saling bekerjasama, contohnya, jika suatu pesantren ingin membeli paving block maka hendaknya membeli dari pesantren yang memproduksi paving block tersebut, begitu juga jika ada yang butuh dengan sapi,kambing,lele, maka hendaknya saling menyediakan sehingga potensi yang dimiliki termanfaatkan dengan baik.

Untuk para relawan zakat, Alfedri yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Siak ini juga berpesan agar terus bersemangat dalam mengumpulkan zakat dari setiap kecamatan dimana tempat mereka bertugas.

Dari evaluasi para relawan zakat di tiap kecamatan, ternyata didapati kebanyakan dari mereka mengeluhkan rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam membayar zakat, padahal potensi zakat di tempat mereka sangat besar. Hal ini karena, pada umumnya masyarakat hanya mengenal zakat fitrah yang dibayar sekali setahun.

Disamping itu, relawan yang terjun kemasyarakat ini mengaku masih kurang dalam memahami seluk beluk permasalahan zakat, sehingga masih bingung menjawab pertanyaan dari masyarakat. Menaggapi hal ini, Alfedri mengusahakan dalam beberapa waktu kedepan BAZNAS Kabupaten Siak akan mengadakan pelatihan secara berkesinambungan terhadap kualitas para relawan tentang Ilmu Fiqih Zakat, hal ini guna menjawab pertanyaan yang beragam dari masyarakat. (Gn-Hd)  

edit by novam