Bengkalis (Inmas) – Sebanyak 414 anak Dhuafa di
Khitan Massal oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bengkalis. Kegiatan
tersebut akan dilaksanakan di 3 Kecamatan yakni Kecamatan Mandau, Kecamatan
Bantan dan Kecamatan Bengkalis. Kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri
oleh Bupati Bengkalis Amril Mukminin, SE, MM.
Menurut Informasi yang diterima Tim Inmas
Kanwil Kemenag Riau dari Ketua Baznas Kabupaten Bengkalis Ustadz Ali Ambar,
bahwa tersebut akan dilaksanakan pada 3 Kecamatan. Kecamatan tersebut adalah
Kecamatan Mandau dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2019 dengan 70 Orang
Peserta, Kecamatan Bantan dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2019 dengan
peserta sebanyak 194 orang dan tanggal 18 Desember bertempat di Kecamatan
Bengkalis sebanyak 150 Orang.
“Alhamdulilah
persiapan sudah kita lakukan, animo masyarakat sangat tinggi dibuktikan dengan
banyaknnya peserta yang mendaftar, mudah mudahan dalam pelaksanaannya tidak
terdapat aral melintang”.
Kegiatan yang diadakan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Unit
Pengumpul Zakat Kecamatan. Bertujuan untuk membantu keluarga yang membutuhkan
bantuan biaya khitan terutama bagi kaum dhuafa.
“Tujuan khitan ini disamping merupakan Sunnah
Rasulullah, juga untuk membantu keluarga yang memerlukan bantuan biaya khitan. Kegiatan
yang dikemas olehprogram bidang dakwah peminatnya terus meningkat, untuk tahun
ini jumlah pesertanya sangat banyak yakni 414 orang. Untuk Tahun 2018 hanya
dapat menampung 100 orang teruntuk dua kecamatan yakni Rupat Utara dan Bandar
Laksamana”. Lanjut Ketua Baznas.
Kegiatan ini terselenggara atas zakat yang
terkumpul dari kaum muslimin dan muslimat pada BAZNAS Kabupaten Bengkalis Tahun
2019.
“ Terima kasih kepada seluruh kaum muslimin dan
muslimat yang sudah membayar zakat ke BAZNAS, Semoga Allah memberikan pahala
pada yang telah diberikan dan semoga Allah memberi berkah dalam harta-harta
yang masih di sisakan dan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih dosa, kami
juga mohon doa agar tetap amanah dalam mengembankan tugas mulia ini” lanjut
Ustadz Ali Ambar. (ana/ali)