0 menit baca 0 %

BAZ Siak Bantu Pengrajin Tikar

Ringkasan: Siak (Humas) – semenjak terserang stroke, Andi AS tak mampu lagi berbuat banyak, sebagai tulang punggung keluarga tentunya ia memiliki tanggung jawab yang besar, lelaki yang dulu berprofesi sebagai tukang kayu ini tak lagi produktif, hari-harinya terkadang dilaluinya dengan duduk sambil menung...

Siak (Humas) – semenjak terserang stroke, Andi AS tak mampu lagi berbuat banyak, sebagai tulang punggung keluarga tentunya ia memiliki tanggung jawab yang besar, lelaki yang dulu berprofesi sebagai tukang kayu ini tak lagi produktif, hari-harinya terkadang dilaluinya dengan duduk sambil menunggu pembeli di kedai mungil depan rumahnya, namun ia tak putus asa, ia memiliki seorang istri yang ternyata sadar akan kekurangan suaminya, kekhawatiran akan kurangnya kebutuhan sehari-harinya ia menekuni diri dalam menganyam tikar pandan, atas niat yang tulus itulah, istri Andi yang bernama Aisyah warga Desa Rempak RT. 07 RW. 03 Kecamatan Sabak Auh terus menyambung hidup dengan membuka usaha anyaman tikar pandan.

Namun dengan keterbatasan modal untuk mengembangkan usahanya tersebut, sedangkan peluang untuk meningkatkan kebutuhan hidup terbuka lebar, maka Badan Amil Zakat Kabupaten Siak, mencoba memberikan solusi dengan keluarga yang belum dikaruniai anak tersebut, setelah diberikan pilihan untuk membuka usaha, Andi dan istrinya lebih memilih melanjutkan usaha anyaman tikar pandan, walhasil setelah dilakukan survey oleh Badan Amil Zakat Kabupaten Siak diputuskanlah Andi dan keluarga diberikan bantuan bahan baku pembuatan tikar pandan senilai Rp. 1.000.000, bantuan tersebut sudah sangat membantu menurut Andi, mengingat harga bahan baku yang memang terbilang murah.

Ketika bantuan zakat tersebut diserahkan oleh Badan Amil Zakat Kabupaten Siak yang diserahkan oleh Ketua II Badan Amil Zakat Kabupaten Siak H. Abdul Rasyid Suharto dan Sekretaris Umum Resman Junaidi SHI, Andi dan istrinya sangat senang karena harapan mereka untuk melanjutkan usaha tersebut sudah ada di depan mata, ditambahkan Andi AS, di desanya bahkan sampai Sungai Apit, bahan baku memang sedang kosong hingga beberapa bulan kedepan, untungnya mereka sudah difasilitasi oleh Badan Amil Zakat Kabupaten Siak, sehingga mereka tak terhalang oleh permasalahan tersebut untuk terus menyambung hidup. (Bazsiak/AAA)