Indragiri Hulu (Kemenag) - Ikhtiar untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia di Riau terus dilakukan. Kartika Nurwita Kurniati, Ketua Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Provinsi Riau, mengikuti secara intensif Workshop Pendampingan Implementasi Pembelajaran PAUD Holistik Integratif (HI) Angkatan 1 di Belinn Kemayoran Complex Spring Hill, Jakarta Utara. Kehadiran Kartika di forum nasional yang diselenggarakan Direktorat KSKK Madrasah ini berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Oktober 2025.
Guru dari RA Al Islam di Desa
Petala Bumi, Kec. Seberida, Kab. Inhu ini membawa misi penting untuk
mendesiminasikan model pembelajaran PAUD HI yang terintegrasi. Program ini
dirancang untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar anak secara menyeluruh,
mencakup tidak hanya pendidikan, tetapi juga kesehatan, gizi, pengasuhan, dan
perlindungan anak. Implementasi model terpadu ini di tingkat Raudlatul Athfal
(RA) menjadi kunci dalam upaya pencegahan stunting dan optimalisasi
tumbuh kembang anak usia dini di Riau.
Langkah ini merupakan
kontribusi konkret Kementerian Agama dalam mendukung percepatan pencapaian
target Generasi Indonesia Emas 2045, dimulai dari pendidikan anak usia dini
yang berkualitas. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh Kartika dari
workshop ini diharapkan menjadi bekal utama dalam melatih dan mendampingi
guru-guru RA lainnya di Indragiri Hulu dan seluruh Riau.
Kartika Nurwita Kurniati
menyampaikan komitmennya untuk segera menerapkan hasil workshop ini.
"Peran guru RA saat ini meluas. Kami harus menjadi mata dan telinga yang
memastikan setiap anak mendapatkan nutrisi, kesehatan, dan perlindungan yang
layak. Kami tidak bisa hanya fokus pada aspek pendidikan kognitif," kata
Kartika. "Sinergi antara satuan pendidikan, orang tua, dan perangkat desa
menjadi kunci keberhasilan PAUD HI. Melalui pelatihan di Jakarta ini, kami siap
menjadi penggerak perubahan positif, memastikan anak-anak Riau tumbuh sehat,
cerdas, dan berkarakter Islami."
Dengan diperkuatnya kapasitas
pengurus IGRA Riau ini, diharapkan kualitas layanan di lebih dari seratus RA di
Riau akan meningkat secara signifikan, memberikan dampak jangka panjang pada
peningkatan kualitas generasi penerus bangsa.
(Reski)