Banyak Negara Belajar Penyelenggaraan Haji Indonesia
Ringkasan:
Jakarta (PINMAS)- Hampir setiap tahun, bangsa Indonesia mengirim ratusan ribu jemaah haji ke tanah suci, walau demikian secara umum proses penyelenggaraan haji berlangsung tertib, aman dan lancar. Dan para tamu Allah ini bisa kembali lagi ke tanah air.
Jakarta (PINMAS)- Hampir setiap tahun, bangsa Indonesia mengirim ratusan ribu jemaah haji ke tanah suci, walau demikian secara umum proses penyelenggaraan haji berlangsung tertib, aman dan lancar. Dan para tamu Allah ini bisa kembali lagi ke tanah air. Fenomena ini membuat beberapa negara ingin menimba ilmu penyelenggaraan haji dari Indonesia, demikian dikemukakan Sekretaris Ditjen Penyelenggaran Haji dan Umrah, Abdul Ghafur Djawahir. Ditemui di ruang kerjanya di lantai enam Gedung Kementerian Agama Pusat, akhir pekan ini dia menyampaikan perihal ketertarikan negara lain kepada Indonesia.
"Negara lain mencermati ternyata pengelolaan haji kita lebih baik. Setiap tahun mampu memberangkatkan 200 ribu orang, dan jemaah kita terkenal baik, ramah dan disiplin. Mereka juga mengagumi," kata Ghafur. Pria yang cukup berpengalaman di bidang haji ini dalam waktu dekat menghadiri undangan dari Rusia, untuk memberikan pelatihan di negara ini.
"Saya akan berangkat Sabtu ini, selama lima hari di Rusia," katanya. Selain Rusia, kata Ghafur, negara lain yang ingin menimba ilmu dari dari Indonesia antara lain Turki, Iran dan Kazashtan."Mereka ingin belajar manajeman haji, ingin tahu bagaimana kita mengatur haji, termasuk sistem kloter," tambahnya.
Sistem yang digunakan Indonesia memang selalu mencarter pasawat, lalu diatur berdasarkan kloter (kelompok terbang). "Tahun ini kita memberangkatkan 490 kloter." Menurut Ghafur, bagaimana pun pengangkutan jemaah haji kita harus dengan mencarter pesawat. "Mengangkut jemaah kalau tidak carter repot," pungkasnya. (ks/msd/js)