Siak (Inmas) - Budaya literasi bukanlah suatu hal yang baru, sudah banyak dari berbagai kalangan mengetahui perkembangannya sampai saat ini. Namun bagi sebagian orang, berliterasi bukanlah suatu hal yang harus menjadi kebiasaan. Oleh karena itu, banyak gerakan-gerakan yang muncul ke masyarakat untuk terus menerus menyebarkan virus literasi, salah satunya yang menarik adalah apa yang dilakukan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kandis.
Kepada Inmas Kankemenag Siak, Harman, S.Ag selaku Kepala KUA Kecamatan Kandis menjelaskan bahwa inovasi Pojok Baca ini dikarenakan masih minimnya minat baca di kalangan masyarakat. “Saat ini, konten sosial media sudah menjadi konsumsi semua kalangan tanpa kecuali. Mereka yang memiliki bekal literasi yang cukup tidak akan terpengaruh isu negative seperti hoax dan lain sebagainya. Tetapi, bagi mereka yang minim literasi ini masih rentan. Oleh sebab itu, pojok baca merupakan hasil buah pikirnya karena melihat fenomena tersebut,” ujarnya.
Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Siak, H. Ahmad Muhaimin, S.Ag mengapresiasi inovasi yang ada di KUA Kecamatan Kandis tersebut. Bagi Ahmad Muhaimin, ide ini tergolong langka, meski sebenarnya sangat sederhana. Ia berharap, tempat khusus untuk membaca itu bisa menjadi wahana mencerdaskan masyarakat. Pojok Baca, diidamkan menjadi gerakan literasi, membangun semangat budaya gemar membaca yang tujuannya agar masyarakat menjadi pintar dan cerdas serta berpengetahuan luas.
Dikutip dari bacatangerang.com, menurut data statistik dari The World Most Literate Nation Study, negara kita menduduki peringkat ke-60 dari total 61 negara. Peringkat yang sangat memprihatinkan bagi Negara sebesar Indonesia ini dan menurut presentase pun dari 1.000 orang masyarakat Indonesia, hanya satu orang yang rutin membaca buku. Semoga dengan adanya Pojok baca atau Pustaka Mini di Kantor KUA ini dapat memperbaiki krisis literasi tersebut. (Hd)