0 menit baca 0 %

Bangun Karakter Anti Korupsi, KPK Kupas Habis Tata Sekolah Berintegritas di Kanwil Kemenag Riau

Ringkasan: Riau (Inmas) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Agama dalam rangka audiensi program tata kelola sekolah berintegritas, di Aula mini Kanwil  Senin (22/05) petang. Kerjasama itu tak lain untuk mencegah prilaku korupsi sekaligus merupakan program inovasi KPK dal...

Riau (Inmas) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Agama dalam rangka audiensi program tata kelola sekolah berintegritas, di Aula mini Kanwil  Senin (22/05) petang. Kerjasama itu tak lain untuk mencegah prilaku korupsi sekaligus merupakan program inovasi KPK dalam upaya memberikan kontribusi yang sangat besar demi terwujudnya lingkungan satuan pendidikan yang berintegritas.

Handayani mengatakan KPK punya program nasional dalam penguatan tata kelola sekola berintegritas dalam hal upaya pencegahan korupsi. Dalam konteks ini, KPK menyasar kepada sekolah-sekolah yang ada dibawah kementerian pendidikan dan kebudayaan juga sekolah yang ada dibawah kementerian agama.

“Nah untuk tahun sekarang kita akan masuk di Sembilan provinsi, pertama Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Riau kemudian DKI Jakarta dan Jabodetabek lalu Provinsi Jawa Tengah kemudian Provinsi Kalimantan Selatan Gorontalo Sulawesi tengah Maluku utara dan papua barat”, ucapnya.

Jadi program ini sebenarnya kelanjutan dari program tahun sebelumnya, sebutnya melanjutkan. Kalau dulu baru lima provinsi yang terdiri Sumut, Riau, Sulawesi tengah, lalu Kalimantan selatan  dan Papua barat.

“Hanya saja, tahun lalu itu baru menyasar disekolah yang ada didinas pendidikan provinsi dan kabupaten kota belum termasuk Kementerian Agama, baru tahun ini sekolah atau madrasah dibawah Kemenag masuk dalam target sasaran yang akan disasar”, ujar Handayani  dari  Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Kedeputian Pencegahan KPK.

Ia mengaku pertemuan hari ini adalah silaturrahim dari KPK dengan Kanwil  Kementerian Agama Provinsi Riau berkaitan dengan program sekolah madrasah berintegritas. “Dimana  kita ingin memaparkan konsep sekolah atau madrasah berintegritas,  kemudian juga kedepan kita akan wujudkan lewat implementasi nanti akan ditunjuk madrasah yang dipiloti, sehingga  tersusun rencana aksi yang jelas pada setiap 3 bulan yang akan dicapai”, terangnya. Jadi,  goalsnya adalah kita ingin sosialisasikan kepada kanwil dan juga pada madrasah yang dibawah binaan Kanwil Kemenag Riau untuk tahun ini”, sebutnya lagi.

Sementara itu, Kaknwil kemenag Riau Ahmad Supardi menerima kedatangan KPK ini dengan baik. Ahmad mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dari tim KPK yang berkenan datang  ke kantornya. “Saya kira ini sesuatu hal yang sangat baik karena biasanya, kita kalau dengar KPK kan sangat mengerikan kesannya tapi ini justru yang sangat baik dengan niat silaturrahim dan ini baru dimaksudkan dengan pencegahan yang pertama kemudian yang kedua memang secara khusus kegiatan ini dirancang untuk menciptakan madrasah yang berintegritas”, ujar pejabat low profil ini.

Menurutnya salah satu persoalan dan tantangan Kemenag yang dihadapi saat ini sesuai dengan lima nilai budaya kerja Kemenag. Ada nilai integritas disana, dan pihaknya sangat merespons program nasional yang disuguhkan KPK ke Kemenag yaitu bagaimana supaya madrasah-madrasah kita ini berintegritas. Pasalnya, kita juga sangat prihatin berbagai kasus korupsi yang menimpa generasi kita, seperti semakin banyaknya  mahasiswa yang tercatat nekad menggunakan dana bansos ataupun dana lain lainnya untuk foya foya dengan melakukan praktek manipulasi perjalanan kegiatan fiktif.

“Beberapa hal-hal yang berkaitan  dengan ini, kedepan kita akan tentukan nanti madrasah mana yang akan dijadikan proyek proyek untuk diploting, sehingga dengan demikian sudah focus madrasah-madrasah mana yang harus kita mulai retas. “Saya berharap supaya kedepan ini bisa dilaksanakan sebaik-baiknya dan semua madrasah yang ditunjuk nanti saya berharap bisa proaktif sehingga jangan sampai madrasah kita ini tercemari dengan perilaku-perilaku negative atau pun hal-hal yang tidak baik”, harapnya.

Hadir pada kesempatan itu Kepala Bidang Pendidikan Madrasah H Asmuni, sejumlah Kasi Pendidikan dari Kemenag kab/kota, serta Kepala MA dan Mts yang ada di Pekanbaru.(vera/adi)