Siak (Inmas) – Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin yang berlokasi di Jalan Pertamina, KM 6, Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib saat ini terus berbenah terutama dalam pembangunan infrastruktur. Hal ini dilakukan demi memberikan kenyaman bagi para santri yang mondok agar lebih efektif dalam proses belajar dan pembelajaran ke depannya. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan membangun asrama lantai 2 bagi santri putri yang saat ini secara kuantitas membludak dari tahun ke tahun.
Ada hal yang menarik di lapangan ketika proses pembangunan asrama tersebut, dimana dalam proses pembangunan asrama lantai 2 untuk santriwati (putri) ini, selain tukang, ternyata pengerjaannya juga melibatkan para santriwan (putra) yang terlihat semangat, kompak dan antusias dalam mengerjakan pembangunan asrama agar segera dapat selesai dengan segera.
Pimpinan Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin bidang kesantrian, Ustadz Irsansi, S.Pd.I kepada Inmas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan swadaya bersama terutama pondok pesantren, wali santri, alumni dan para dermawan. Adapun alasan dibangunnya asrama ini adalah karena sudah over kapasitasnya jumlah santri. “Saat ini, jumlah santri kita sudah sekitar 400 orang. Tingginya antusias masyarakat untuk memondokkan anaknya di pondok ini setiap tahun semakin tinggi”, ujar alumni Ponpes Walisongo, Ngabar, Jawa Timur ini bercerita.
Beliau bercerita lebih lanjut, “Alhamdulillah selain tukang, kita juga menggerakkan santri putra untuk membantu pembangunan asrama ini agar cepat selesai. Tentu ini termasuk pembelajaran hidup pondok yang nanti akan menjadi kenangan manis bagi mereka karena telah “menabung” amal jariah-nya di asrama ini. Itulah nilai-nilai ke-pondokan yang tidak akan luntur sampai kapanpun”, tambahnya.
“Semakin banyak pihak yang membantu baik berupa donasi uang, material, tenaga dan lain-lain, Insya’Allah asrama 2 lantai ini akan cepat selesai. Harapan kita semoga banyak pihak yang turut berpartisipasi dalam pembangunan ini. Amal jariyah ini kelak yang pahalanya tidak akan putus walau kita telah meninggal dunia nanti”, tutupnya.
Untuk sementera ini, sambil menunggu asrama 2 lantai tersebut selesai dibangun, sebagian santri putri menempati tempat yang seharusnya menjadi local tempat mereka belajar. Sedangkan tempat proses belajar dipindahkan di Masjid dengan dibagi menjadi beberapa kelas. (Hd)