0 menit baca 0 %

Bangsa yang Besar Adalah Bangsa yang Sadar Hukum

Ringkasan: Inhil (Inmas) – Bangsa yang besar adalah bangsa yang sadar hukum. Sebagai warga Negara, berkesadaran hukum ini adalah hal yang mutlak. “Dalam bertetangga ada hukum yang berlaku. Dalam lingkungan sekolah ada ketentuan hukum yang harus dipatuhi.

Inhil (Inmas) – Bangsa yang besar adalah bangsa yang sadar hukum. Sebagai warga Negara, berkesadaran hukum ini adalah hal yang mutlak.

“Dalam bertetangga ada hukum yang berlaku. Dalam lingkungan sekolah ada ketentuan hukum yang harus dipatuhi. Satu siswa saja yang tidak taat hukum di jalan raya yang menyebabkan kecelakaan, maka ada satu anak bangsa yang hilang. Ada satu calon pemimpin bangsa di masa depan yang hilang,” demikian disampaikan Drs H Jisman, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kamenag Indragiri Hilir saat membuka kegiatan Pembinaan Kesadaran Hukum tentang Pendidikan Wawasan Kebangsaan bagi siswa Madrasah yang ditaja di MTS Sulamul ‘Ulum Kecamatan Kempas, Inhil, Kamis (17/3).

Pada kesempatan itu H Jisman juga mengucapkan terima kasih kepada Sub Bagian Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Riau yang telah melaksanakan kegiatan ini. Kegiatan Pendidikan Wawasan Kebangsaan bagi siswa Madrasah ini dihadiri nara sumber dari Kanwil Kemenag Riau Griven H Putera dan H Syarianto.

Griven H putera pada kesempatan itu menyampaikan bahwa kini kesadaran akan cinta tanah air Indonesia sudah mulai pudar dirasakan sebagian masayarakat Indonesia, seperti munculnya berbagai kelompok teroris dan radikal. Pudarnya rasa cinta tanah air ini hendaknya tidak terjadi bagi siswa madrasah karena cinta tanah air merupakan bagian dari iman. “Hubb al-wathan min al-iman,” kata Griven.

Menurut Griven, kegiatan Pendidikan Wawasan Kebangsaan ini dimaksudkan salah satunya untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air serta mencegah tumbuh dan berkembangnya paham-paham sempit dan radikal yang akan menyebabkan menipisnya semangat kebangsaan. “Untuk itu, sebagai generasi masa depan bangsa, anak-anak sebagai calon pemimpin harus tahu, paham, hapal dan dasar dan palsafah bangsa. Selain itu harus tahu juga sejarah lahirnya bangsa Indonesia. Tugas kita hari ini bukan lagi merebut kemerdekaan dari Penjajah asing tapi bagaimana mengisi kemerdekaan ini dengan cara belajar yang baik serta bermoral yang luhur yaitu mengamalkan nilai moral Pancasila dalam kehidupan bernegara. Pancasila itu merupakan nilai yang digali dari budaya bangsa serta dari ajaran agama yang ada,” tutur Griven.

Sementara H Syarianto menyuruh beberapa siswa membacakan Pancasila, Pembukaan UUD 1945. Kegiatan ini dimaksudkan supaya jangan ada anak bangsa yang tak hapal Pancasila yang merupakan dasar Negara Republik Indonesia.  Kepada siswa yang mampu membaca lancar butir-butir Pancasila dan UUD 1945 tanpa teks, diberikan hadiah cuma-cuma berupa uang jajan ala kadarnya.

Kegiatan ini selain melibatkan siswa MTS Sulamul ‘Ulum dan siswa MA Al Syahni, juga hadir kepala MTs Sulamul ‘Ulum, Suriani, S.Ag, MPd dan Kepala MA Al Syahni Zulfadhli SE serta majelis guru MTs dan MA tersebut. (t/g)