Riau (Inmas)- Menindaklanjuti program madrasah tentang
Kurikulum 13 yang berkaitan denganpelaksanaan pramuka wajib bagi seluruh siswa
dan siswa, maka MAN 2 Pekanbaru mengadakan Bangkit Blok Camp atau Kemah Akbar
MAN 2 Pekanbaru Tahun 2019. Kegiatan diikuti oleh 468 siswa Kelas X MAN 2 dan
MAN 3 Pekanbaru di Bumi Perkemahan PTPN V Pekanbaru, 7 – 9 Februari 2019.
Plt Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA menyebutkan, Bangkit
Blok Camp MAN 2 Pekanbaru akan melahirkan siswa berkarakter, karena gerakan
pramuka merupakan gerakan pendidikan yang bertujuan untuk mendidik pemuda
Indonesia menjadi tenaga penggerak kader pembangunan disegala bidang, bermental
tinggi, bermoral dan berbudi pekerti yang luhur serta bertaqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dengan menggunakan prinsip dasar metode kepramukaan.
“Pramuka ini melatih anak- anak kita untuk berinteraksi
dengan alam secara langsung, belajar dari alam, dan belajar hidup secara
berkelompok dan bergotong royong. Ini sangat bermanfaat untuk kepentingan
bangsa dan Negara, apalagi dalam kemah ini banyak kegiatan yang dilaksanakan
sehingga menambah wawasan dan kemampuan siswa dalam berbagai bidang ilmu,”
ungkap Mahyudin.
Menurutnya, pramuka memberi kesempatan kepada para pramuka
penegak untuk membina diri menjadi kader pemimpin,baik di lingkungan Gerakan
Pramuka maupun di luar lingkungannya. Hal tersebutlah yang menjadikan alasan,
masukannya Gerakan Pramuka dalam Kurikulum 13.
Kepala MAN 2 Pekanbaru, Norerlinda M Pd, menyebutkan,
Pramuka Akbar MAN 2 Pekanbaru yang tahun ini dekemas dalam kegiatan Bangkit
Blok Camp merupakan agenda tahun khusu untuk kelas X dan merupakan tuntutan
kurikulum 13.
“Target yang ingin kita capai, selain terlaksananya
Kurikulum 13, juga untuk meningkatkan dedikasi kepramukaan dan memberi
kesempatan kepada anak- anak belajar di alam terbuka, menambah pengetahuan keterampilan
dalam pengelolaan organisasi dan menanamkan jiwa mandiri dalam diri anak,
mengembangkan bakat, dan memupuk rasa solidaritas antar sesame,” ungkapnya dan
mengucapkan selama kepada siswa siwa dalam mengikuti kegiatan Bangkit Block
Camp, jaga kekompakan, disiplin dan teruslah kerjasama.
Ditambahkan Ketua Panitia Pelaksana Bangkit Blok Camp, Drs
Marzuki M Pd, kegiatan yang 7 – 9 Februari 2019 tersebut diikuti oleh 468
orang, terdiri dari 43 tenda putra dan putri. Dalam kegiatan yang berlangsung
selama 3 hari dan akan memperlombakan 9 cabang lomba, yaitu lomba Teknologi
Tepat Guna (TTG), Lomba Cerdas Tangkas (LCT), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ),
Pentas Seni (Pensi), Haiking Putra dan Putri, Tata Boga, Tapak Tenda dan
Medsos.
“Bangkit Blok Camp dirangkum dalam 3 kegiatan utama dan 9
kegiatan lomba. Kegiatan utama meliputi kegiatan umum seperti upacara, api
unggun dan lainnya. Kegiatan Rutin seperti senam pagi, kurvei tenda, dan shalat
berjamaah. Untuk kegiatan berprestasi meliputi 9 lomba tadi,” jelasnya.
Berdasarkan pantuan tim Inmas di lapangan, kegiatan Bangkit
Blok Camp MAN 2 Pekanbaru tahun 2019 berlangsung cukup seru. Karena kegiatan tidak
hanya diikuti oleh para sisw kelas X, tetapi juga diramaikan oleh para guru kelas
X yang turut ber camp selama selama kegiatan berlangsung. Bahkan Plt Kakanwil
Kemenag Riau berserta Kepala MAN 2 dan para guru, menyempatkan diri meninjau
tenda- tenda kemah yang tertata rapi, mulai dari dapur, tempat berkumpul, dan
lapangan upacara.
“Kemahnya sangat seru, saya sangat senang bisa ikut serta
dalam perkemahan ini, seru, bahagia dan asyik. Palagi kita diajarkan untuk
hidup berkelompok dan mempersiapkan segala sesuatu juga bersama- sama, sehingga
menanamkan keakraban dengan teman- teman lainnya,” ucap Marcella Wiranti
Irwanto salah seorang peserta kemah. (mus/ana/faj)