Kampar (Inmas) – Dalam rangka membahas masalah virus Corona atau Covid-19 dalam pandangan Agama Islam, Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Kabupaten Kampar Ustadz Samsul Bahri SAg MPd, memberikan tausiyah di Radio RAMA 96,3 FM, hari kamis malam (02/04/2020) di Studio Rama FM Jalan Dr A Rahman Saleh, Kecamatan Bangkinang Kota.
Meski diguyuri oleh hujan yang cukup deras dan petir bersahutan, namun semangat Ustadz Samsul dalam memberikan tausiyah atau ceramah Agama tidak kendur. Beliau tetap datang ke studio Radio Rama FM, dan tepat pada pukul 08.30 malam (pukul 20.30 WIB) acara “RAMA Da’wah” di mulai. Acara tersebut dipandu langung oleh Penyiar terkenal di Kab. Kampar sejak tahun 2007, yakni Agus Saputra.
Dalam tausiyahnya Ustadz Samsul menceritakan tentang sejarah tentang wabah penyakit yang terjadi juga di zaman Rasulullah SAW meski bukan virus corona. Wabah penyakit tersebut salah adalah penyakit kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Nabi memerintahkan para sahabat untuk tidak dekat-dekat atau melihat orang yang mengalami penyakit tersebut. Hal ini biosa kita lihat dalam Hadist Riwayat Bukhori yang artinya “Jangan kamu terus menerus melihat orang yang menghidap penyakit kusta."
Hadist ini dinilai hasan dan sesuai bakteri penyebab kusta yang ternyata mudah menular antar manusia. Nabi Muhammad SAW juga pernah memperingatkan umatnya jangan berada dekat wilayah yang sedang terkena wabah. "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)
Hadist ini mirip metode karantina yang kini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit. Selain kusta, Nabi Muhammad SAW juga pernah menghadapi wabah di masa hijrah ke Madinah. Saat itu situasi Madinah dikatakan sangat buruk dengan air yang keruh dan penuh wabah penyakit.
Menghadapi situasi tersebut, Nabi Muhammad SAW meminta pengikutnya untuk sabar sambil berharap pertolongan dari Allah SWT. Seperti diceritakan Aisyah, mereka yang bersabar dijanjikan syahid. Dalam hadist juga disebutkan janji surga dan pahala bagi yang bersabar saat menghadapi wabah penyakit. "Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya). (HR Bukhori).
Selain di masa Rasulullah, kisah wabah penyakit juga ada di masa khalifah Umar bin Khattab. Dalam hadist diceritakan, Umar sedang dalam perjalanan menuju Syam saat kabar wabah penyakit diterimanya dalam perjalanan.
Hadist yang dinarasikan Abdullah bin 'Amir mengatakan, Umar kemudian tidak melanjutkan perjalanan. “Umar sedang dalam perjalanan menuju Syam, saat sampai di wilayah bernama Sargh. Saat itu Umar mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf kemudian mengatakan pada Umar jika Nabi Muhammad SAW pernah berkata, "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhori).
Dalam hadist yang juga diceritakan Abdullah bin Abbas dan diriwayatkan Imam Malik bin Anas, keputusan Umar sempat disangsikan Abu Ubaidah bin Jarrah. Dia adalah pemimpin rombongan yang dibawa Khalifah Umar. Menurut Abu Ubaidah, Umar tak seharusnya kembali karena bertentangan dengan perintah Allah SWT. Umar menjawab dia tidak melarikan diri dari ketentuan Allah SWT, namun menuju ketentuanNya yang lain. Jawaban Abdurrahman bin Auf ikut menguatkan keputusan khalifah tidak melanjutkan perjalanan karena wabah penyakit.
Wabah penyakit sejatinya tidak pernah diharapkan muncul hingga mengakibatkan kekhawatiran. Namun selalu ada alasan yang mengakibatkan wabah penyakit muncul dengan dampak yang tidak bisa diperkirakan. Menghadapi kondisi ini, ada baiknya mengamalkan doa seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam berbagai hadist. “Allahumma inni a'udhu bika minal-barasi, wal- jununi, wal-judhami, wa min sayyi'il-asqami”
Artinya: "Ya Allah, aku mencari perlindungan kepadamu dari kusta, kegilaan, kaki gajah, dan penyakit jahat. (HR Abu Daud). Semoga Wabah virus Corona ini bisa semakin emndekatkan diri kita kepada Allah Swt, dan Corona ini bisa cepat berlalu. Sehingga kita bisa kemabli beraktivitas sebagai mana biasanya, Aamiin Yaa Robbal Alamin, pungkas Ustadz Sasmul. (Ags/Usm/Mjs)