Kuansing (Inmas) - Sudah merupakan suatu rutinitas, satu kali dalam seminggu pegawai Kantor Kementerian Agama kabupaten Kuantan Singingi dan KUA kecamatan Kuantan Tengah berkumpul di Musholla Al-Ikhlas Kantor Kemenag Kuansing pada Jum'at (18/10) pagi, dalam rangka mengikuti kegiatan pembinaan mental dan rohani.
Dalam setiap minggunya, telah disusun jadwal siapa saja pegawai yang akan bertugas sebagai pengisi acara. Pagi ini sebagai pelaksana acara adalah: moderator Hj. Evi Isnaini, M.Ag (pegawai Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah), pembaca Al-Qur'an Bahtiar, S.Pd.I (pegawai Seksi Bimas Islam), penceramah H. Sarpeli, M.Ag (Kasi Pakis), dan arahan yang disampaikan oleh H. Armadis, S.Ag., M.Pd (Kasubbag TU).
Dalam tausiyahnya Kasi Pakis menyampaikan kutipan sebuah kata-kata nasehat, yang berbunyi "Adakalanya ibadah ritual tidak lebih baik daripada ibadah sosial". Kasi Pakis melanjutkan penjelasannya, "Maksud dari ungkapan diatas adalah tidak selamanya orang yang ahli ibadah akan memasuki surga lebih dahulu dibandingkan dengan orang yang ibadahnya biasa-biasa saja," terangnya.
Selesai dengan kalimat tersebut, Kasi Pakis menceritakan sebuah kisah untuk menguraikan makna yang diucapkannya. Ceritanya lebih kurang sebagaimana berikut.
Pada masa dahulu tersebutlah kisah dua anak manusia, satu ahli ibadah dan satu lagi adalah orang yang pernah berbuat dosa atau ibadahnya biasa-biasa saja. Singkat cerita, ketika dua orang ini dihadapkan pada hari penghisaban semua amal, ternyata yang lebih dahulu masuk surga adalah orang yang berdosa dan ibadahya biasa-biasa saja.
Sontak hal ini diprotes oleh si ahli ibadah, mengapa yang masuk surga lebih dulu adalah orang yang biasa saja dan bukan dirinya yang telah banyak beribadah siang dan malam?. Pertanyaan itu pun dijawab, bahwa dahulu semasa hidupnya orang biasa ini sering membantu orang yang dalam kesusahan dan sangat peduli dengan penderitaan orang lain. Sedangkan si ahli ibadah hanya disibukkan dengan amal ibadahnya tanpa mempedulikan lingkungan sekitarnya.
"Cerita ini tidak bermaksud menafikan pentingnya amal ibadah, sehingga kalau ada yang mengatakan; 'Kalau begitu kita cukup banyak bantu orang lain saja, amal ibadah sekedarnya saja'. Hal ini juga tidak benar, yang baik itu adalah rajin dalam amal ibadah diiringi dengan kepedulian kepada sesama," ujar Kasi Pakis kemudian.
Selain itu Kasi Pakis juga menyebutkan tentang orang-orang yang dicap sebagai pendusta agama, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-ma'un ayat 1 sampai 7. Kasi Pakis menutup tausiyahnya, dengan mengajak seluruh yang hadir agar selalu meningkatkan amal ibadah dan peduli dengan kesusahan yang dialami orang lain. (N/R)
Awali Pagi Jum'at Pegawai Kankemenag Kuansing Ikuti Pembinaan Mental dan Rohani
Ringkasan:
Kuansing (Inmas) - Sudah merupakan suatu rutinitas, satu kali dalam seminggu pegawai Kantor Kementerian Agama kabupaten Kuantan Singingi dan KUA kecamatan Kuantan Tengah berkumpul di Musholla Al-Ikhlas Kantor Kemenag Kuansing pada Jum'at (18/10) pagi, dalam rangka mengikuti kegiatan pembinaan mental...