Riau (Inmas) – Mulai tahun ini, keberangkatan Haji jamaah Riau melalui Embarkasi Haji Antara. Berbagai persiapan terus dilakukan oleh Kemenag dan instansi terkait lainnya.
Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, pihaknya kini terus memacu pemenuhan berbagai kebutuhan standar layanan agar embarkasi Haji Antara Riau bisa beroperasi dengan baik.
Menurutnya saat ini sudah tak banyak lagi yang perlu dibenahi. Sejumlah Layanan embarkasi Haji Antara terus dibenahi dan dipenuhi mulai ruang kedatangan, ruang keberangkatan, akomodasi kamar, ruang kerja PPIH, akomodasi petugas PPIH, kesehatan mulai dipenuhi satu persatu agar bisa memberikan kenyamanan pada CJH Riau,” kata Syamsuar di Asrama Haji Antara Riau.Â
Sejumlah sarana lainnya yang akan segera dipenuhi adalah mushalla, fasilitas manasik, gudang bagasi, lift, parkir dan koridor, masih perlu dimaksimalkan lagi kedepan.
Selain itu juga terkait bagian keamanan, kesehatan termasuk persiapan anggaran dari Provinsi sudah dipersiapkan secara maksimal, lanjutnya. Ini kan contoh perdana, uji coba istilahnya dengan harapan embarkasi perdana ini bagus, dan tentu jamaah haji akan merasakan pelayanan prima dari kita,” katanya.
Informasi terakhir pihaknya menjelaskan petugas dari Batam akan ke Riau untuk memastikan EHA bisa berjalan lancar.”Insyaallah sebelum Hari H mereka datang kesini”, katanya.
Selain itu, Syamsuar juga menyinggung terkait pelelangan X-Ray. Sesuai anggaran yang ada, Ia mengaku sudah dua kali melakukan lelang namun tidak ada yang berminat. “Sudah dua kali lelang, jadi gagal lelang”, katanya.Â
Untuk itu pihaknya mengambil langkah lain, untuk memastikan layanan jamaah haji bisa berjalan baik. “Kita mencoba untuk meminjam kepada Bandara Japura melalui Kementerian Perhubungan Udara melalui surat”, sebutnya.
Ia memastikan petugas untuk x-Ray haruslah petugas yang standartnya Angkasa Pura.Â
Sementara itu M Amin dari Dinas Perkim selaku Ketua Koordinator Akomodasi di EHA Riau, memaparkan semua sarana dan pra sarana yang dibutuhkan para jamaah provinsi Riau sudah bisa digunakan. Termasukpula kamar kamar untuk jamaah maupun PPIH
“Di Asrama ini kamar yang tersedia untuk jamaah sebanyak 234 kamar, sementara untuk jamaah 1 kloter jamaahnya 450, jelasnya.
“Kita memanfaatkan saja dua bangunan, gedung Arafah dan Muzdalifah serta kantor kantor penyelenggara” sebutnya.
Masing masing instansi yang terlibat dalam penyelenggara seperti bea cukai, imigrasi, angkasa pura dan siskohat.
Amin memastikan semua bidang sudah memiliki ruangan, bahkan kesiapan untuk listrik pihaknya pun sudah melakukan uji beban dengan PLN.
“Kita sudah coba hidupkan semuanya seperti air, lift, listrik, AC, pada saat malam momen puncak PLN ceking tidak ada masalah pada malam harinya”, sebutnya.
Bahkan pihaknya juga menyiapkan genset bila lampu mati, dan Tanki Tanki serta tiga buah sumur.
Tinggal lagi kedepannya bagaimana kesiapan panitia penyelenggara. “Kami hanya ditugaskan untuk mengkoordinir masalah kebersihan, keamanan, sirkulasi yang mengatur jamaah, apalagi kita ini kan perdana belum terbiasa dengan Embarkasi ini”, terangnya.
Maka butuh kerjasama dan briefing koordinasi sesama petugas yang perlu diintenskan, sehingga tidak ada kendala dalam penyelenggaraan perdana ini, sambungnya.
Diakuinya, secara umum terkait sarana dan pra sarana setidaknya sudah mencukupi.
Bahkan pihaknya sudah menyiapkan kamar kamar panitia panitia yang sifat tugasnya shift, bertugas malam dan standby di asrama haji. Misalnya keamanan, pihak kesehatan, kepolisian ada dua kamar, ataupun panitia dari daerah yang datang kesini kami siapkan pula dua kamar, urainya.
“Untuk kebutuhan itu kita sudah siapkan sekitar 50 kamar, peruntukkannya memang untuk petugas kesehatan, panitia daerah maupun hal urgen lainnya”, ungkapnya.
Selain itu, terkait area parkir masih terbatas, maka pihaknya untuk lahan parkir bagi keluarga yang mengantar jama’ah akan menggunakan parkir DPRD dan gedung MUI.” Kita sudah surati pihak DPRD untuk hal ini”, sebutnya.(vera)Â