0 menit baca 0 %

Audiensi Kakanwil dan Korem Santai dan Hangat

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) – Brigjen TNI kolonel Inf Abdul Karim disambut hangat oleh Kakanwil Kemenag Riau H Ahmad Supardi didampingi Kabid Pakis H Fairus di ruang kerja Kanwil pada Kamis sore, 13 April 2017. Dalam pertemuan tersebut membicarakan tentang program program keagamaan yang berjalan di Kemenag...

Pekanbaru (Inmas) – Brigjen TNI kolonel Inf Abdul Karim disambut hangat oleh Kakanwil Kemenag Riau H Ahmad Supardi didampingi Kabid Pakis H Fairus di ruang kerja Kanwil pada Kamis sore, 13 April 2017. Dalam pertemuan tersebut membicarakan tentang program program keagamaan yang berjalan di Kemenag dan membicarakan pentingnya peran para tokoh /pemuka agama sebagai pemersatu dan perekat umat ditengah masyarakat. Selain itu juga menyinggung masalah yang terkait dengan cikal bakal ulama yang lahir dari Pondok pesantren yang bisa membaca kitab gundul.

Kakanwil mengatakan bukan kajian tentang pelajaran kitab gundul tersebut bukan dipesantren modern yang menggunakan kurikulum modern, namun Pondok pesantren yang masih tradisional secara kurikulum, pesantren yang betul betul belajar bahasa arab klasik dengan lebih rinci dan komprehensif.

Pada kesempatan tersebut Kolonel A Karim berdarah Ternate tersebut mengungkapkan rasa senang dan amat mendukung program keagamaan yang dilakukan Kemenag hari ini. “kami berharap tidak ada lagi perbedaan atau hal hal yang sifatnya menimbulkan kekisruhan. Sudah seharusnya kita bersatu agar tetap utuh. Sehingga energi kita dapat digunakan untuk hal hal yang positif, ujar Danrem.

Kedatangan Korem tersebut diakuinya ingin menjalin hubungan silaturrahmi dengan Kemenag khususnya dalam program keagamaan. Terkait dengan rencana pihaknya ingin mengadakan perlombaan Musabaqah Hifzil Alquran untuk para santri di Provinsi Riau, maka A Karim menginginkan Kemenag melalui pimpinan pondok pesantren dapat  terlibat  aktif  dalam kepanitiaan kegiatan lomba yang direncanakan oleh Korem.

Menyambut baik hal tersebut, H Fairus selaku Kepala Bidang yang menaungi Pondok Pesantren di Provinsi Riau sangat berbangga jika hal tersebut bisa terlaksana. Dengan adanya kerjasama aparat, pemerintah dan masyarakat maka kedepan kita harapkan eksistensi dan citra pondok pesantren tidak hanya dipahami secara kerdil oleh masyarakat awam, seperti sarangnya teroris, atau munculnya pemahaman ekstrim seperti yang berkembang selama ini, namun betul betul pondok yang akan melahirkan para ulama yang berkualitas dan dipandang oleh masyarakat, ujar H Fairus optimis.

Diakhir pertemuan, telah menghasilkan kesepakatan antara pemerintah, aparat dan komponen masyarakat Riau senantiasa menjaga NKRI. Untuk menjaga kebhinekaan, maka dibutuhkan kerja sama semua pihak, khususnya Kanwil Kemenag Agama, aparat serta ormas ormas  Islam untuk senantiasa melakukan pembinaan kepada masyarakat. Sehingga silaturrahmi kebhinekaan masyarakat tetap terjaga dengan damai dan aman.

Pertemuan berlangsung  santai dan hangat, masing masing memberikan tanggapan yang positif agar semua pihak selalu melakukan langkah langkah preventif untuk mencegah pengaruh negatif dari luar yang akan mengancam perpecahan umat beragama.(vera/faj)