Asyari Nur: Penempatan Guru Harus Merata dan Sesuai Disiplin Ilmu
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Pembangunan pendidikan merupakan salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Pembangunan pendidikan sangat penting karena perannya yang signifikan dalam mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya.
Pekanbaru (Humas)- Pembangunan pendidikan merupakan salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Pembangunan pendidikan sangat penting karena perannya yang signifikan dalam mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Salah satu langkah untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya pemerataan penempatan guru serta sesuai dengan disiplin ilmu.
Demikian diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, beberapa waktu lalu usai mengukuhkan kepala MAN Taluk Kuantan dan MAN Indragiri Hilir (Inhil) terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan di Pekanbaru.
Asyari menekankan, agar Bidang Mapenda benar-benar melakukan pendataan guru-guru madrasah baik PNS maupun non PNS yang mengajar pada sekolah madrasah baik negeri maupun swasta, khususnya madrasah yang berada di daerah pelosok. Karena mayoritas madrasah di pelosok, jauh tertinggal dibanding sekolah yang berada ditengah-tengah kota.
"Di daerah pelosok khususnya daerah miskin masih banyak madrasah yang jauh tertinggal. Walaupun muridnya sedikit, penempatan guru-guru secara merata dan sesuai disiplin ilmu tetap harus dilaksanakan jika kita ingin pendidikan di Riau ini lebih maju," tegasnya.
Menurutnya, pemerintah berkewajiban untuk memenuhi hak setiap warga negara dalam memperoleh layanan pendidikan guna meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945. Termasuk Kemenag harus bertanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan kesejahteraan umum.
"Semua masyarakat berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran tanpa terkecuali, baik yang kaya maupun yang miskin, masyarakat perkotaan maupun pedesaan, formal maupun informal. Namun permasalahan yang kita hadapi saat ini masih kurang meratanya pendidikan khususnya di daerah pinggiran dan pelosok, sehingga masih ada beberapa sekolah yang akses pendidikannya kurang berkembang," teranngya.
Asyari menambahkan, terhadap permasalahan permasalahan pemerataan pendidikan masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia khususnya di Riau perlu kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut. Diantaranya melakukan pendataan ulang, melakukan mutasi guru-guru khususnya daerah perkotaan kedaerah terpencil. Pengadaan dan penempatan guru haruslah merupakan satu paket. yaitu tenaga guru untuk daerah dipersiapkan dalam suatu program secara cermat, baik dalam jumlah maupun kualifikasi fisik dan psikis dalam suatu program khusus
"Karena salah satu permasalahan pemerataan pendidikan yang masih kurang terealisasikan. Pendidikan masih berorientsi di wilayah perkotaan dan subsidi dari pemerintah itu pun masih belum mencukupi untuk masyarakat yang tidak mampu yang jumlahnya cukup besar. Kedepan, Kemenag akan coba membenahi ini semua agar pendidikan di Riau bisa merata," tutupnya. (msd)