Asyari Nur: Pemahaman Agama yang Benar Tidak Meninggalkan Duniawi
Ringkasan:
Meranti (Humas)- Pemahaman agama yang benar tidak meninggalkan duniawi, tetapi menyeimbangkan antara kebutuhan dunia dan akhirat. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, pada tausianya di acara Peringatan Haul Wafat Syekh Abdul Ka...
Meranti (Humas)- Pemahaman agama yang benar tidak meninggalkan duniawi, tetapi menyeimbangkan antara kebutuhan dunia dan akhirat. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, pada tausianya di acara Peringatan Haul Wafat Syekh Abdul Kadie Jailani bersama Jamiyah Ahli Tariqoh Qodiriyah Wan Nagsabandiyah di Semukut Kec. Pulau Merbau Meranti, Ahad (4/3).
Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Masrul Kasmi, M Si, Tokoh Masyarakat Riau Wan Abu Bakar, Kan Kemenag Bengkalis, Drs H Jumari, Camat Pulau Merbau Wan Abdul Malik, Anggota DPRD Bengkalis Edi M, dan sekitar 700 orang jamaah Ahli Taoriqah Kec Merbau.
Di Riau, Asyari Nur yang juga merupakan pimpinan Tariqah Naqsyabandiyah Provinsi Riau mengatakan, di mana ada tarikat maka ekonomi masyarakat lebih maju. Ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan sama sekali tidak menghalangi aktifitas ekonomi.
“Memang ada beberapa syarat pengamalan tarikat yaitu harus melalui guru yang banyak ilmunya, harus bersamad, jelas asal usulnya dan diamanahi oleh gurunya. Dalam beberapa persyaratan tadi sama sekali tidak ada yang menghalangi untuk melakukan aktifitas keduniawian, seperti mencari nafkah dan sebagainya,†jelas Asyari.
Sementara itu, tokoh Masyarakat Riau, Wan Abu Bakar dalam sambutannya menyebutkan, tarekat telah ada di Semukut sejak 70 tahun lalu. Dengan peringatan Haul Syekh diharapkan dapat mebangun kembali nilai- nilai Syekh Abdul Kadir dalam kehidupan masyarakat ditengah berbagai krisis yang dihadapi saat ini.
“Bangsa kita saat ini menghadapi berbagai fenomena, seperti krisis moral, beribadah tidak ikhlas, mengambil muka, dan sikap negatif lainnya. Untuk itu mari kita lestarikan nilai- nilai yang baik Abdul Kadir Jailani. Karena suatu negeri yang mendapat berkah syaratnya adalah beriman dan bertakwa, baik itu pimpinan maupun masyarakatnya,†ungkapnya. (mus/rahmat)