Asyari Nur : Muslimat NU Punya Andil Besar dalam Pemberdayaan Umat
Ringkasan:
Kuansing (Humas)- Pemberdayaan umat tidak hanya dilakukan oleh kaum pria atau kalangan oraganisasi masyarakat (ormas) Islam saja, tapi perempuan juga punya andil besar dalam pemberdayaan umat, khususnya dalam keluarga dan lingkungannya. Apalagi sejak disahkannya Muslimat Nahdatul Ulama (NU) sebagai...
Kuansing (Humas)- Pemberdayaan umat tidak hanya dilakukan oleh kaum pria atau kalangan oraganisasi masyarakat (ormas) Islam saja, tapi perempuan juga punya andil besar dalam pemberdayaan umat, khususnya dalam keluarga dan lingkungannya. Apalagi sejak disahkannya Muslimat Nahdatul Ulama (NU) sebagai organisasi otonom, kaum muslimat dapat lebih bebas memperjuangkan hak-hak wanita dan cita-cita naisonal, tanpa adanya campur tanggan NU sebagai organisasi induk.
Demikian diungkapkapkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau yang juga merupakan Rois Syuriah PW NU Riau , Drs H Asyari Nur SH MM, Ahad (5/12) usai pelantikan Pengurus Anak Cabang Muslimat NU se Kabupaten Kuansing di Desa Sungai Kuning.
Ia mengakui, Muslimat NU mempunyai tanggung jawab besar terhadap umat khususnya generasi penerus bangsa, seperti pemberdayaan umat melalui bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya. Hal serupa juga bisa dilakukan oleh Pengurus Muslimat NU yang ada di kota Pacu Jalur untuk memberdayakan kaum perempuan khususnya generasi muda dalam bidang pendidikan dan ekonomi keluarga.
Secara nasional, kata Asyari, Muslimat NU sudah banyak memberikansumbangsih pada negara, seperti pemberantasan buta aksara, pemberdayaan ekonomi keluarga dengan melalui pelatihan keterampilan pada masyarakat khususnya yang kurang mampu serta kegiatan sosial lainnya yang dapat memperkokoh keberadaan muslimat NU di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau.
"Walau berada didaerah, kita berharap agar pengurus Muslimat NU yang ada di Kuansing dapat lebih meningkatkan perannya dalam masyarakat dengan memperhatikan pendidikan, kesehatan, sosial dan melakukan dakwah sekurang-kuranganya pada lingkungan organisasi muslimat dan keluarga. Sebab Muslimat NU mempunyai tanggungjawab yang sangat besar terhadap lingkungannya khususnya pada generasi penerus bangsa," harapnya.
Menurutnya. keberadaan Muslimat NU yang disahkan pada tahun 1940 an tersebut, mendapatkan respon dari berbagai daerah baik itu di jawa maupun di Sumatera. Pada umumnya, pembentukan ogranisasi wanita muslimat didaerah ini karena rasa keprihatinan yang mendalam terhadap keadaan, sikap, pandangan dan perilaku yang dirasakan tidak adil terhadap wanita. Mereka menuntut persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, serta ingin menghapus anggapan bahwa perempuan hanya memiliki peran domestik.
"Dan pada awal berdirinya, kegiatan keorganisasian Muslimat NU memang masih seputar keagamaan seperti Isthighosah, Tahlil, Yasinan dan lain sebagainya. Tapi saat ini, Muslimat NU patut kita ancungi jempol karena kesuksesannya melakukan kegiatan bidang sosial dengan melakukan berbagai kegiatan, mulai dari sunatan massal, pemberdayaan ekonomi keluarga dan lain-lain. Untuk itu, Muslimat NU Kuansing juga harus mampu menunjukkan perannya dimasyarakat," ujar Asyari memberi semangat pada pengurus Muslimat NU Kuansing yang beru dilantik. (msd)