0 menit baca 0 %

Asyari Nur Kembali Pimpin 375 Ribu Jamah Thariqat Naksabandiyah Babussalam Langkat Riau

Ringkasan: Pekanbaru (HUMAS)- Setelah memimpin lebih kurang 13 tahun, Drs. H. Asyari Nur SH MM kembali dipercayakan sebagai kepala perwakilan Thariqat Naksabandiyah Jama`ah Syekh Tajuddin Basilam Langkat di Provinsi Riau setelah dikukuhkan oleh Syekh Tajuddin Mudawwar, Mursyid Nazir Babussalam Langkat.
Pekanbaru (HUMAS)- Setelah memimpin lebih kurang 13 tahun, Drs. H. Asyari Nur SH MM kembali dipercayakan sebagai kepala perwakilan Thariqat Naksabandiyah Jama`ah Syekh Tajuddin Basilam Langkat di Provinsi Riau setelah dikukuhkan oleh Syekh Tajuddin Mudawwar, Mursyid Nazir Babussalam Langkat. Dengan adanya pengukuhan itu, artinya Tuan Asyari Nur akan memimpin komunitas thariqat yang anggotanya berjumlah lebih kurang 375.000 orang yang berada di berbagai daerah di Provinsi Riau. Dikukuhkannya kembali Asyari Nur yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau ini, bukanlah karena jabatan beliau sebagai Kakanwil, tetapi karena beliau sendiri merupakan seorang mursyid yang mewarisi rumah khalwat peninggalan ayahnya dengan jumlah jama`ah yang cukup banyak. "Tuan Asyari Nur bukanlah orang baru dalam dunia tharikat khususnya Thariqat Naksabandiyah, sebab ayah beliau sendiri merupakan salah seorang pemimpin thariqat sejak tahun 1960-an di Rokan Hilir dan memiliki anggota yang cukup banyak", jelas KH. Syahruddin selaku Pimpinan Pondok Pesantren Syahrudiniyah Sungai Pagar Kampar. Pengukuhan kepala perwakilan Thariqat Naksabandiyah Jama`ah Syekh Tajuddin Basilam dilaksanakan bersempena acara penutupan suluk akbar jama`ah thariqat yang dihadiri oleh para mursyid se-Sumatera seperti dari Babussalam Langkat, Riau, Aceh, termasuk Malaysia. Tugas sebagai Kepala Kanwil Kemenag Riau, Pemimpin Thariqat dan sekaligus Rais Syuriah NU membuat beliau sering berkunjung ke daerah-daerah dan bersillaturrahim dengan jama`ah thariqat dari berbagai macam kelompok, sekaligus untuk melakukan pembinaan keagamaan kepada umat. Tak jarang ketika berkunjung di tengah jama`ah, beliau memimpin langsung tawajjuh, bahkan sekali waktu beliau diminta untuk tidur di pondok pesantren bersama khalifah dan jama`ah. (as).