0 menit baca 0 %

Asyari Nur: Banyak Organisasi Keagamaan yang Mandul

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Organisasi Massa (Ormas) Keagamaan di Indonesia khususnya di Riau banyak yang tidak efektif bahkan mandul, akibatnya berpengaruh terhadap kesadaran masyarakat dalam mejalankan ajaran agama. Untuk itu perlu ada upaya yang bisa mengembalikan fokus organisasi-organisasi keagamaan kep...
Pekanbaru (Humas)- Organisasi Massa (Ormas) Keagamaan di Indonesia khususnya di Riau banyak yang tidak efektif bahkan mandul, akibatnya berpengaruh terhadap kesadaran masyarakat dalam mejalankan ajaran agama. Untuk itu perlu ada upaya yang bisa mengembalikan fokus organisasi-organisasi keagamaan kepada fungsi sosialnya yang independen dan bermasyarakat. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Rabu (8/6) saat ditemui di ruang kerjanya. Menurutnya, keberadaan ormas keagamaan khususnya agama Islam sangat penting, karena seiring dengan kemajuan zaman, banyak tantangan yang harus dihadapi dari perkembangan diberbagai bidang yang melaju begitu cepat yang dapat membawa pengaruh besar terhadap masyarakat, baik positif maupun negatif. "Keterlibatan organisasi keagamaan tidak sekedar berperan strategis dalam menjangkau masyarakat memperoleh informasi sehingga menciptakan masyarakat yang mampu melindungi diri, kelurga, dan orang lain, melainkan turut menciptakan lingkungan yang suportif dan lain sebagainya. Nah, ini yang perlu kita tanamkan dalam ormas- ormas Islam yang saat ini sepertinya cendrung tidak bergigi," ungkap Asyari. Ia menambahkan, pembinaan keagamaan masyarakat tidak hanya tugas dari Kementerian Agama atau pemerintah, tapi semua kalangan bisa turut aktif., seprti halnya ormas keagamaan yang banyak terdapat dalam masyarakat. Ormas keagamaan harus berperan aktif dalam memberikan pembinaan pada masyarakat, baik itu melalui media tertentu maupun secara langsung. "Saya melihat banyak ormas keagamaan yang hanya mengajukan proposal kegiatan tapi kegiatan sama sekali tidak dilaksanakan," ungkapnya menyesalkan. "Selain itu, Ormas Keagamaan juga hendaknya tidak hanya menunggu undangan baru datang memberikan pencerahan pada masyarakat, tapi harus bersikap pro aktif, khususnya dalam membantu pemerintah dalam pembinaan keagamaan masyarakat setempat, terutama pada daerah- daerah yang sulit dijangkau," pungkasnya. (msd)