0 menit baca 0 %

ASN Kanwil Kemenag Riau Hadir Lengkap Ikuti Apel Pagi Pasca Lebaran, Begini Pesan Kakanwil

Ringkasan: Riau (Inmas) Tingkat kehadiran ASN dilingkungan Kanwil Kemenag Riau hari pertama kerja pasca libur lebaran, Senin (03/04) mencapai 100 persen. Bertindak sebagai inspektur upacara tersebut Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA. Ia meminta kepada seluruh ASN agar spirit ramadhan terus dibawa da...

Riau (Inmas) – Tingkat kehadiran ASN dilingkungan Kanwil Kemenag Riau hari pertama kerja pasca libur lebaran, Senin (03/04) mencapai 100 persen. Bertindak sebagai inspektur upacara tersebut Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA. Ia meminta kepada seluruh ASN agar spirit ramadhan terus dibawa dalam bertugas.

Selanjutnya Ahmad mengatakan tidak ada ada lagi cuti tambahan bagi ASN tanpa terkecuali. Mengingat libur yang sudah sangat panjanag diberikan pemerintah kepada kita sebagai ASN sudah cukup menikmati Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga masing masing. Hari ini ini harus masuk semua tanpa terkecuali, tekannya. Semua pegawai harus diabsen secara manual juga, dan ini akan dilaporkan ke Biro Kepegawaian Kemenag RI, terangnya.

Bagi yang tidak masuk tanpa alasan yang bisa dipertanggung jawabkan akan diberi surat teguran langsung dari Kanwil Kemenag Riau, sebelum ada teguran Kemenag RI. Sakit pun harus ada keterangan dokter, maka tidak alasan untuk tidak masuk, tegasnya dihadapan peserta apel.

Suasana Idul fitri kita manfaatkan untuk bersilaturrahmi dan saling bermaafan satu sama lain. Moment tersebut digunakan Ahmad untuk menyampaikan permohonan maaf secara pribadi sekaligus ucapan terima kasih yang sangat mendalam kepada seluruh pejabat eselon II dan IV serta karyawan/ti yang telah berkenan hadir pada acara open house yang digelar di kediamannya pada lebaran kedua lalu, tepatnya Hari Senin (26/06).

Menutup amanatnya, Ahmad mengingatkan kembali seluruh ASN bahwa bulan Juli ini telah masuk semester kedua untuk pelaksanaan realisasi anggaran, itu artinya kita harus segera mengevaluasi dan mengecek segala bentuk anggaran dan kegiatan yang belum terlaksana. Minimal 50 hingga 60 persen sudah dapat direalisasikan, tandasnya.(vera/novam)