Pekanbaru (Inmas)- Kelompok Kerja Kepala Raudhatul Athfal (K3RA) dan Ikatan Guru Raudatul Atfhal (IGRA) harus saling mendukung dengan mensikronkan program kerja antara K3RA dan IGRA. Dengan demikian antara K3RA dan IGRA sama sekali tidak akan terjadi tumpang tindih.
Demikian detegaskan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA yang diwakili oleh Kabid Pendis Kanwil Kemenag Riau H Asmuni MA, saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) IGRA Provinsi Riau di Aula Kanwil Kemenag Riau, Jumat (17/3/2017).
RA adalah merupakan jenjang pendidikan anak usia dini dalam bentuk pendidikan formal di bawah pengelolaan Kementerian Agama, kedudukannya sama dengan Madrasah. Dengan jumlah 476 RA yang ada di Riau saat ini, sangat membantu pemerintah dalam membentuk sumber daya manusia yang berakhlakul karimah.
Dalam acara yang dihadiri oleh pengurus K3RA Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau, Asmuni berharap, agar dengan Muswil IGRA Tahun 2017 akan melahirkan pengurus baru dan program- program yang sejalan dengan K3RA.
"Saya juga berharap agar para guru menjaga kualitas sesuai dengan standar pendidikan yang termaktub dalam Undang-Undang Pendidikan nomor 20 tahun 2003 dan yang sesuai dengan program yang dihadilkan nantinya," harapnya.
Terkait dengan kegiatan Ajang Kreatifitas RA (Aksera) yang akan dilaksanakan tahun 2017, khusus di Provinsi Riau Asmuni meminta agar pengurus IGRA dan K3RA nanti mengajukan proposal dan RAB terkait dengan kegiatan tersebut, agar Aksera juga bisa dilaksanakan di Riau.
Sementara itu, dalam sambutan IGRA Pusat  Dra Hj Kokom Komariah, Muswil selain sebagai ajang untuk membentuk kepengurusan baru, juga sebagai ajang silaturrahim dan sharing informasi dikalangan guru RA. Sehingga didapatkan inforasi terbaru dan upaya- upaya untuk memajukan RA.
"IGRA sudah ada sebelum lahir secara resmi pada 2002. Dimana sebelum itu RA tumbuh dan perlu diwadahi agar lebih terarah dengan program- programnya yang sangat dibutuhkan masyarakat," ujarnya.
Untuk itu, dengan pembentukan IGRA yang baru di Riau, keberadaan RA dapat lebih ditingkatkan baik dari segi kuantitas siswa maupun kuantitas RA nya. "Dalam Muswil ini kita akan mengacu pada Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (ADART) sehingga IGRA di Indonesia dapat sejalan dalam memajukan dunia pendidikan keagamaan," Harapnya. (mus)
Â
Â