0 menit baca 0 %

Asisten I Buka Kegiatan Pembinaan dan Bimbingan Petugas Haji Riau 2016

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Asisten I Provinsi Riau yang diwakili oleh Kepala Biro Kesra Setdaprov Riau, Oyong Ezeddin, di dampingi Kabag Pendidikan dan Keagamaan Kesra HM Sartibi SH MH, dan Kasi Pembinaan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asril, Senin (18/7) membuka kegiatan Pembinaan dan Bimbingan...

Pekanbaru (Inmas)- Asisten I Provinsi Riau yang diwakili oleh Kepala Biro Kesra Setdaprov Riau, Oyong Ezeddin, di dampingi Kabag Pendidikan dan Keagamaan Kesra HM Sartibi SH MH, dan Kasi Pembinaan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asril, Senin (18/7) membuka kegiatan Pembinaan dan Bimbingan Petugas Haji Provinsi Riau Tahun 1436 H/ 2015 M di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Oyong mengatakan, pengamalan ajaran agama bagi umat semakin meningkat, sehingga menambah antrian panjang bagi yang ingin menunaikan ibadha haji. Untuk itu, patut di syukuri bahwa Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD) jadi orang terpilih berkesempatan untuk berangkat ke tanah suci tanpa harus menjalani masa tunggu bertahun- tahun.

“Kesempatan ini hendaknya dimanfaatkan sebaik- baiknya untuk beribadah dan menjalankan tugas sebagai TPHD dan TKHD,” ungkapnya.

Selaku petugas, TPHD maupun TKHD hendaknya menjalankan tugas dan fungsi sesuai tugas yang diberikan. Menjalin kerjasama dengan petugas kloter, ketua rombongan, dan ketua regu serta saling bantu sesama jamaah. Karena saat dilapangan, banyak hal yang akan terjadi di luar rencana yang telah dipersiapkan. Seperti tahun 2015 lalu, banyak kejadian dan musibah yang terjadi di tanah suci, seperti badai pasir, crane yang jatuh, tenda yang roboh dan tragedy Mina. Ini hendaknya jadi pelajaran jadi petugas, walau musibah kehendak Allah, tapi petugas harus jeli, karena per lima orang petugas akan melayani 445 jamaah.

“Jangan sampai ada petugas yang bersikap cuek, untuk itu petugas harus buat rangkungan kegiatan selama menjalankan tugas. Serta melaporkan semua permasalahan- permasalahan haji yang terjadi selama di Mina dan Madiah, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi untuk lebih meningkatkan pelayanan haji dimasa yang akan datang,” ucapnya seraya berharap agar TPHD dan TKHD dalam bertugas dapat menjaga nama baik Provinsi Riau.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Provinsi Riau sampai saat ini masih mempersiapkan diri sebagai Embarkasi Antara sehingga pada tahun 2017 sudah bisa memberangkatkan jamaah haji melalui Embarkasi Antara sebagai cikal bakal Embarkasi Provinsi Riau.

Sementara itu Pgs Kakanwil Kemenag Riau, yang diwakili oleh Kasi Pembinaan Haji dan Umrah Drs H Asril, dalam sambutannya mengatakan, pembinaan dan bimbingan petugas haji sangat perlu dilakukan dalam rangka mengenalkan tugas- tugas dan tanggungjawab petugas haji, baik TPHD mupun TKHD saat ditanah air maupun saat di tanah suci.

“Tugas petugas haji itu sangat berat, dimana dalam satu kloter yang terdiri dari 445 calon jemaah haji hanya dilayani oleh 5 orang petugas, yang terdiri dari Ketua Kloter, TPIH orang, TPHD dan TKHD 3 orang. Untuk itu, saya sangat berpesan, petugas haji yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Riau hendaknya benar- benar mengerti tugas dan fungsinya, serta selalu berkoordinasi dengan pihak terkait sehingga dapat melayani jamaah dengan baik,” harapnya. (mus)