0 menit baca 0 %

Asal usul Gajah Mada dan Oguong Cilempong

Ringkasan: Pekanbaru (inmas) Kamis 22 Desember 2016, Pada rapat Panitia HAB di aula Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru bercerita. sebagai berikuta : Tahukah anda dari manakah Gajah Mada dan Oguong Calempong berasal ?Banyak orang yang tidak mengenal asal usul...

Pekanbaru (inmas) Kamis 22 Desember 2016, Pada rapat Panitia HAB di aula Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru bercerita. sebagai berikuta :

Tahukah anda dari manakah Gajah Mada dan Oguong Calempong berasal ?
Banyak orang yang tidak mengenal asal usul dari Gajah Mada. Termasuk masyarakat Riau. Perlu anda ketahui bahwa ‘Gajah’ sebagai hewan mamalia tak ada di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya dan pulau-pulau lainnya kecuali di Sumatera. Hanya di Sumeteralah satu-satunya pulau yang ada hewan sejenis gajah di Indonesia.


Sementara kata ‘ Mada “ adalah bahasa Minangkabau Sumatera Barat yang bersamaan dengan bahasa daerah di Riau, Kampar dan Kuantan Singingi. Oleh karena itu nama “Gajah Mada” tak mungkin nama yang terlahir dari Pulau Jawa dan Pulau Lainnya kecuali pulau Sumetera. Di Sumatera yang ada gajah tidak pada semua daerah, Gajah-gajah di Sumatera terdapat di Propinsi Riau daerah Kampar dan Rokan Hilir serta di propinsi Lampung.


Di Sumatera Barat sendiri hewan Gajah tidak ada, karena tak dapat hidup dengan lingkungan berbukit-bukit dan pegunungan.


Makanya “Gajah Mada” dapat di duga orang Riau. Di Riau daerah yang selalu menggunakan istilah “mada” adalah daerah Kampar, sementara di Rokan Hilir tak ada bahasa atau istilah ‘mada”.
‘‘Mada “ dalam bahasa Kampar berarti orang yang kurang memperhatikan nasehat/pesan orang tua. Di Kampar daerah yang banyak terdapat gajah adalah daerah Muara Takus. Dimana setiap bulan purnama, gajah-gajah banyak berkumpul di sekitar candi Muara Takus. Oleh karena itu banyak orang yang berpendapat “Gajah Mada” adalah orang Kampar dengan kesenian khasnya bernama “Oguong Cilempong”.
Setelah Gajah Mada menjadi Maha Patih Kerajaan Majapahit, sejalan dengan Sumpah Palapa-nya akan menguasai Nusantara, kesenian khas Kampar Oguong Cilempong di lestarikannya di Nusantara, maka pada daerah-daerah Nusantara Oguong Cilempong menjadi musik khas. Seperti Tailand, Vitnam, Kamboja, Malaysia, Brunai Darussalam, dan lain-lain. Ternyata ‘Gajah Mada” adalah Putra Kampar dengan kesenian yang dikembangkannya “ Oguong Cilempong”


(Tulisan ini dibuat berkenaan dengan nasehat Bapak Ka.Kankemenag Kota Pekanbaru dihadapan para pegawai dan Panitia HAB dengan judul Jadilah orang yang memiliki integritas/kometmen dan keberanian). (idris)