0 menit baca 0 %

Asah Intelektual Santri, Penyuluh Kemenag Indragiri Hulu Matangkan Persiapan MQK Sambut Hari Santri Nasional

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) - Ikhtiar untuk menjaga dan menumbuhkan tradisi intelektual Islam klasik di kalangan generasi muda terus dilakukan. Muhamad Solihin, Penyuluh Agama Islam Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Batu Jaya, memberikan penyuluhan dan bimbingan inte...

Indragiri Hulu (Kemenag) - Ikhtiar untuk menjaga dan menumbuhkan tradisi intelektual Islam klasik di kalangan generasi muda terus dilakukan. Muhamad Solihin, Penyuluh Agama Islam Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Batu Jaya, memberikan penyuluhan dan bimbingan intensif kepada santri Pondok Pesantren Asy-Syaakiriin Kecamatan Sungai Lala. Kegiatan pembinaan kemampuan membaca kitab kuning ini berlangsung pada Selasa (14/10/2025).

Pembinaan ini merupakan bagian strategis dari upaya Kemenag dalam mematangkan persiapan menjelang Musabaqah Qiraโ€™atul Kutub (MQK) tingkat Kabupaten Indragiri Hulu, yang akan memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025. MQK sendiri dijadwalkan akan diselenggarakan pada (26/10/2025) di Kantor Kemenag Kabupaten Indragiri Hulu. Peningkatan kualitas pemahaman kitab kuning ini menjadi krusial untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat keilmuan Islam.

Kehadiran penyuluh ASN di Ponpes Asy-Syaakiriin bertujuan memastikan peserta dari pondok pesantren tersebut tidak hanya siap berkompetisi, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam atas teks-teks klasik, yang merupakan fondasi utama ilmu agama.

Muhamad Solihin menegaskan bahwa substansi dari bimbingan ini jauh melampaui kepentingan kompetisi semata.

"Kitab kuning adalah warisan tak ternilai. Memahami dan mampu menguasainya adalah kewajiban intelektual seorang santri," ujar Muhamad Solihin. "Kami berharap, bimbingan MQK ini tidak hanya menghasilkan juara, tetapi yang lebih penting, menumbuhkan semangat literasi keagamaan yang mendalam, membentuk mereka menjadi ulama masa depan yang kompeten dan mampu mengawal narasi keislaman yang moderat di tengah masyarakat."

Inisiatif Kemenag melalui penyuluh agama ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan keagamaan di pesantren. Hal ini diharapkan akan berdampak pada lahirnya ulama dan cendekiawan muda yang mumpuni, yang kelak akan memimpin dan mengayomi masyarakat dengan basis ilmu keagamaan yang autentik di Kabupaten Indragiri Hulu.

(Reski)