0 menit baca 0 %

Arifin Ilham: Dunia Adalah Darul Jihad Wa Dakwah

Ringkasan: Ustadz kondang Arifin Ilham di hadapan ribuan jama`ah yang memadati Masjid Agung Annur, Jum`at pagi (6/8) menyampaikamn tausiah sekaligus memimpin Riau Berzikir yang dihadiri oleh Gubernur Riau - diwakili oleh asisten III Joni Irwan beserta jajaran dan pejabat-pejabat lainnya.
Ustadz kondang Arifin Ilham di hadapan ribuan jama`ah yang memadati Masjid Agung Annur, Jum`at pagi (6/8) menyampaikamn tausiah sekaligus memimpin Riau Berzikir yang dihadiri oleh Gubernur Riau - diwakili oleh asisten III Joni Irwan beserta jajaran dan pejabat-pejabat lainnya. Dalam tausiahnya Ustadz (begitu beliau menyebut dirinya) mengingatkan kaum muslimin bahwa hidup di dunia adalah sementara, tidak kekal, permainan belaka. "Apa yang kita peroleh di dunia, harta, jabatan dan pangkat, akan ditinggalkan. Ketika lahir tidak membawa apa-apa, maka ketika kembali kehadiratNya kita juga tak akan membawa apapun. Karena itu apapun yang dikerjakan manusia di dunia hendaknya menjadi ladang amal dan bekal di akhirat. Kalau manusia hidupnya hanya mencari sesuatu yang berada di atas perut dan di bawah perut, maka samalah artinya dia dengan seekor binatang". "Karena itu Allah swt sangat menyukai seorang muslim yang bergerak, mencari sumber kehidupan yang halal untuk keluarga. Sabda Rasulullah saw menyebutkan bahwa seorang mukmin yang bekerja keras untuk menghidupi anak istri adalah lebih baik daripada diam beribadah sepanjang hari dalam masjid", demikian ujar Ustadz yang merupakan alumni Pesantren Darun Najah Jakarta tahun 90-an. Dalam isi tausiahnya yang lain ditekankan pentingnya manusia untuk mencontoh sikap Nabi Sulaiman as ketika diuji Allah swt dengan aneka nikmat tak terhingga, namun beliau senantiasa bertambah kesyukurannya kepada Yang Maha Kuasa. "Meskipun perbendaharaan harta dan kekayaan ada di tangan Sulaiman, tidak mengakibtkan kufur nikmat justru semakin bertambah sikap syukurnya kepada Allah swt. Sikap Nabi Ayyub as juga patut dicontoh dalam kesabaran menerima musibah penyakit kulit yang busuk dan kotor, sehingga dijauhi oleh semua orang termasuk istri sendiri. Namun beliau tetap sabar seraya berkata segala puji bagi Allah yang telah memberiku nikmat dan mengambilnya kembali menurut kehendakNya". Pada isi tausiah yang lain, Ustadz mengingatkan bahwa dunia adalah merupakan Darul Dakwah Wal Jihad. Dunia adalah tempat berdakwah dan berjihad. "Dakwah bukanlah sebuah profesi, tetapi merupakan sebuah kelaziman, hobi dan hal biasa dalam hidup. Oleh karena itu kita harus senantiasa berdakwah, sebab tidak ada perkataan yang paling baik di sisi Allah kecuali ajakan dakwah untuk mentauhidkan Allah swt. Sedangkan dalam berjihad ada dua keadaan yaitu jihad dalam keadaan perang yang dinamakan "harb" yang korban matinya disebut syahid. Ada juga jihad dalam keadaan damai, yaitu jihad untuk menyeru orang lain kepada kemakrufan dan mencegah dari kemungkaran", kata Ustadz Arifin. (as)