0 menit baca 0 %

Arahan dan Pembinaan yang Disampaikan Kakankemenag pada Kegiatan Pagi Jum'at

Ringkasan: Kuansing (Inmas), Pada kegiatan pembinaan mental dan rohani pegawai yang dilaksanakan di Musholla Al-Ikhlas kantor Kemenag Kuansing hari Jum'at (15/02/2019), Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Kuantan Singingi Drs. H. Jisman, MA menyampaikan arahan dan pembinaan didepan seluruh pegawai Kemena...

Kuansing (Inmas), Pada kegiatan pembinaan mental dan rohani pegawai yang dilaksanakan di Musholla Al-Ikhlas kantor Kemenag Kuansing hari Jum'at (15/02/2019), Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Kuantan Singingi Drs. H. Jisman, MA menyampaikan arahan dan pembinaan didepan seluruh pegawai Kemenag dan pegawai serta penyuluh agama KUA kecamatan Kuantan Tengah.

Acara yang dimulai setelah apel pagi tersebut, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Bahtiar, S.Pd.I, dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah H. Bahrul Aswandi, S.Ag, barulah setelah itu sesi terakhir diisi dengan arahan dan pembinaan pegawai oleh Kakankemenag Kuansing.

Dalam sesi arahan dan pembinaan pegawai Kakankemenag menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan setiap Jum'at pagi tersebut merupakan kegiatan resmi kantor. Jadi beliau menghimbau agar kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai, baik oleh pegawai negeri maupun pegawai honorer, kecuali kalau ada tugas lain atau urusan dinas luar.

"Ini merupakan bagian dari pembinaan mental dan ruh, yang mana hal ini merupakan pembinaan yang utama bagi seorang manusia. Allah menurunkan kitab suci Al-Qur'an agar mental dan rohani manusia itu menjadi lebih baik. Allah tidak melihat seseorang itu dari fisiknya, akan tetapi Allah melihat seorang dari ketaqwaannya," jelasnya.

"Kita tidak boleh merasa bangga dengan apapun yang kita miliki, baik itu ilmu, harta, jabatan, dan lain sebagainya. Setinggi apapun ilmu kita, akan tetap ada saja orang yang ilmunya lebih tinggi dari kita".

"Tugas kita adalah melakukan pencerahan pada diri kita, tanpa harus didorong dari orang lain. Jangan sampai kita yang bekerja di kemenag masih perlu dorongan dari orang lain untuk mau beribadah, justru kitalah yang mestinya mendorong orang lain agar bisa lebih maksimal lagi dalam beribadah".

"Tugas kita yang selanjutnya adalah menyampaikan kebenaran dan memberikan ketauladanan. Amat besar dosa seseorang kalau hanya bisa menyampaikan namun tidak bisa melaksanakan apa yang diucapkannya, atau tidak bisa memberikan keteladanan yang baik".

"Sebagai seorang muslim, kita lebih baik merasa banyak dosa daripada merasa diri suci. Dengan merasa banyak dosa, akan memotivasi kita untk lebih banyak istighfar".

"Tidaklah sama antara orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu. Orang yang berilmu, hasil kerjanya akan berbeda dengan orang yang tidak berpengetahuan".

"Sebagai seorang pegawai, jangan mengatakan tidak ada yang bisa dikerjakan, kondisi yang sebenarnya adalah tidak pandai menata pekerjaan, sehingga terkesan seolah-olah tidak ada pekerjaan. Inovasi dan kreatifitas itu ada pada diri kita masing-masing. Kembangkanlah ilmu pengetahuan, karir seseorang itu akan berhenti apabila tidak mau mengembangkan pengetahuan".
 
Terakhir, Kakankemenag mengajak semua yang hadir untuk mencerahkan diri dari hari kehari dengan menambah ilmu pengetahuan, baik itu ilmu pengetahuan umum terlebih lagi ilmu agama. (N/R)