Pekanbaru ( Inmas) – Bertempat di halam Kantor Wilayah Kementerian Agama Riau Senin, (10/04) Drs H Ahmad Supardi bertindak selaku inspektur upacara apel pagi rutin. Apel pagi yang dihadiri oleh seluruh jajaran Kepala Bidang, pembimas, Kepala seksi, serta karyawan/ti terlihat hikmat diikuti hingga upacara berakhir.
Pada intinya apel rutin pagi adalah awal pembiasaan disiplin sebelum melaksanakan tugas dan tanggung jawab pada diri masing masing pegawai satu minggu kedepan. Hal tersebut diungkapkan Kakanwil mengawali amanatnya di pagi yang cerah. Disamping itu menurutnya apel pagi rutin merupakan upaya dalam menyampaikan informasi kegiatan Kemenag secara berkelanjutan, ujarnya.
Kakanwil memaparkan, apel pagi harus bisa menjadi lecutan bagi pegawai hingga pejabat untuk terus meningkatkan kreasi dan inovasi dalam kinerja. Hal ini adalah bagian dari bentuk rasa syukur kita sebagai abdi negara yang terpilih dan mendapatkan imbalan gaji dari negara setiap bulannya.
Pada kesempatan tersebut ia juga menyinggung dan mengulas pesan yang disampaikan Menag RI pada kegiatan Loka Karya Pendidikan Karakter dan Internalisasi Budaya Kerja di Hotel Salak Bogor beberapa hari yang lalu. “Tidak selamanya kita menjadi pejabat di Kemenag”, ulasnya. Pesan tersebut diulangi hingga berkali kali oleh Menag pada kegiatan tersebut. Seyogyanya kita bersyukur dengan diberi kesempatan menjadi pejabat di Kemenag, dan seyogyanya pesan ini bukan berlaku kepada pejabat saja, namun kepada seluruh pejabat eselon III dan IV termasuk staf, ujar beliau. Mengingat saat ini sudah sulit menemukan jabatan seorang pejabat yang masa kerja nya diatas tiga tahun, hal ini seharusnya menjadi pesan yang sangat menarik dan luarbiasa bagi kita tekannya.
Untuk itu lanjut Ahmad, marilah kita bekerja, marilah kita melakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Bersyukurlah dan lakukan yang terbaik dalam tugas kita sebagai pejabat maupun sebagai staf yang sudah terpilih oleh negara”, karena masih banyak orang orang yang belum beruntung diluar sana yang menginginkan posisi seperti kita sekarang , ujarnya lagi mengingatkan.
Dengan berpegang kepada lima nilai budaya kerja dan kode etik Pegawai kemenag RI, marilah kita tanamkan tekad yang kuat dengan penuh ikhlas dalam bekerja selaku pelayan masyarakat, pesan beliau. “Jika ingin berbuat yang terbaik, lakukan dari sekarang, karena kalau sudah pensiun alami atau dipensiunkan kita tidak akan bisa berbuat apa apa lagi. Karena kita bekerja untuk kepentingan keluarga, kepentingan masyarakat, kepentingan negara dana agama kita masing masing.
Mengakhiri amanatnya Ahmad kembali mengingatkan prestasi Kemenag saat ini sudah semakin baik di mata publik. Hal tersebut dibuktikan dengan masuknya Kemenag sebagai tiga besar terbaik dalam segi Kementerian yang Memiliki Kinerja Terbaik. Hal ini adalah bentuk inovasi inovasi yang tak putus dilakukan oleh Kemenag terhadap pelayanan kepada masyarakat. Semoga capaian dan prestasi demi prestasi akan terus meningkat di tahun tahun mendatang, tutup beliau.(vera)