Kampar (Humas) - 30 % anak-anak di Provinsi Riau pada saat ini tidak bisa membaca Al-Qur’an (mengaji-red), hal ini menandakan kemerosotan agama dan akhlak bagi generasi penerus Provinsi Riau, keadaan miris ini perlu kita perhatikan dan kita sikapi bersama, Riau yang di kenal sebagai Negeri Melayu yang identik dengan Islam seharusnya menampakkan wajah keIslamannya melalui pengamalan ajaran agama dan keagamaan, ini merupakan tanggung jawab kita bersama, agar generasi kedepan tidak mudah didangkalkan akidahnya dan juga tidak mudah di rasuki oleh aliran sempalan, himbau Ka.Kanwil Kemenag Prov.Riau “Drs.H.Tarmizi Tohor M.A” pada safari maulid Nabi Muhammad SAW di Surau Suluk Syekh Ja’far Desa Koto Masjid, Kec.XIII Koto Kampar, Kab.Kampar, Senen (20/01) di hadapan ratusan jamaah suluk dan masyarakat sekitarnya.
Pada kesempatan tersebut, Ka.Kanwil menekankan kepada seluruh jamaah agar menghidupkan kembali program magrib mengaji sebagaimana dahulunya sering dilakukan di kampung-kampung, apalagi Kab.Kampar yang dikenal sebagai Serambi Mekkahnya Riau sudah terkenal banyak melahirkan ulama-ulama dan cendikiawan Muslim di tingkat Prov.Riau, di Kampar juga banyak berdiri pondok pesantren terkenal seperti Ponpes Daarun Nahdha, Ponpes Syek brhanuddin di Kuntu, Ponpes Darussalam di Batu Bersurat ini dahulunya sebelum adanya PLTA, dan Ponpes lainnya yang sudah banyak melahirkan ulama-ulama, oleh sebab itu Kanwil Kemenag Riau telah memprogramkan Magrib Mengaji yang telah di kuatkan dengan lahirnya Peraturan daerah tentang Magrib Mengaji dari Pemprov.Riau mari sama-sama kita dukung dengan menjalankan program tersebut. Sebagaimana yang kita ketahui, akhir akhir ini usaha dan propaganda pendangkalan akidah bagi umat Islam sangat marak dilakukan, baik melalui media yang menampilkan tayangan yang tidak masuk akal seperti sinetron sinetron laga yang mengeluarkan sinar kekuatan dan segala macamnya yang digandrungi oleh anak-anak kecil yang bisa mempengaruhi otak, pola pikir sehingga menimbulkan keyakinan yang keliru yang jauh dari akidah Islamiyah, sehingga dengan dangkalnya akidah dan kurangnya penanaman nilai-nilai islam memudahkan aliran sesat/sempalan masuk kedalam pemikiran dan prilaku mereka, oleh sebab itu penyelamatan akidah ini merupakan tugas kita bersama, mari hidupkan kembali Magrib Mengaji, Majlis Taklim dan pengajian-pengajian bermanfaat lainnya, agar anak keturunan kita bisa membentengi diri dari pengaruh-pengaruh yang menyesatkan,papar Ka.Kanwil dalam sambutannya.
Dalam safari maulid tersebut penceramah di datangkan dari Pekanbaru yaitu Al-Ustad “ Drs. H.M. Nasir AS” yang kesehariannya bertugas sebagai panitra di Pengadilan Agama Kampar, adapun Safari Maulid tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Riau “H.Aziz Zainal SH.MH”, Ka.Kankemenag Kab.Kampar “Drs.H.Fairus MA” dan jajarannya serta ninik mamak Kecamatan XIII Koto Kampar.(AZ)