0 menit baca 0 %

Antisipasi Kenakalan Remaja Sejak Dini, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tualang Lakukan Penyuluhan

Ringkasan: Siak (Inmas) Kamis, (20/02/2020), Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tualang menggelar sosialisasi antisipasi kenakalan remaja dan penyakit sosial yang disampaikan oleh ustadz Ali Asran Lubis, Penyuluh Agama Islam/PAH Kecamatan Tualang. Penyluhan dan Sosialisasi ini digelar di aula SD Kampung Tualang Ti...

Siak (Inmas) – Kamis, (20/02/2020), Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tualang menggelar sosialisasi antisipasi kenakalan remaja dan penyakit sosial yang disampaikan oleh ustadz Ali Asran Lubis, Penyuluh Agama Islam/PAH Kecamatan Tualang. Penyluhan dan Sosialisasi ini digelar di aula SD Kampung Tualang Timur, Kecamatan Tualang. Dilaksanakan penyuluhan ini bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan kenakalan remaja di Kecamatan Tualang, khususnya di kampung Tualang Timur, karena tempat kita ini berada di kawasan kota industri yang kemungkinan hal ini terjadi, termasuk penyakit sosial. Sedari itu kita mulai pendekatan dari sekarang", ucap Ali Asran Lubis.

Dalam paparannya, dengan bahasa yang ringah sehingga mudah dimengerti anak-anak, Ali Asran Lubis menjelaskan bahwa sesungguhnya Islam sudah mengatur manusia dari hal masalah terkecil hingga masalah terbesar dan pembentukan karakter akhlak mulia sejak dini melalui keluarga, ajari shalat dari kecil, mengaji di TPQ, MDA dan yang tak kalah pentingnya adalah kontrol dan pembinaan keluarga. Hal ini menurutnya dikuatkan sebagaimana yang diterangkan dalam Firman Allah Surat At-Tahrîm : 6 yang artinya "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan".

"Dari ayat diatas kita diwajibkan oleh Allah untuk menjaga diri dan keluarga dari kezhaliman. Terkait penggalangan dana , malah islam menyuruh kita untuk berjiwa sosial selagi tidak melampaui batas. Maksudnya begini, menggalang dana dengan menjadikan kerjaan itu sebagai profesi berkelanjutan dan kecanduan, mari kita antisipasi kemungkinan pergaulan negatif dengan mendalami ajaran Islam", pesan Ali Asran.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tualang, Najamudin, S.HI mengetahui kegiatan yang dilakukan atas kepedulian Penyuluh Agama ini merasa sangat berbahagia karena hasil rapat program penyuluh yang diadakan di kantor KUA beberapa waktu yang lalu telah dilaksanakn sesuai dengan yang telah direncanakan. Dan Najamudin berpesan agar bagi rekan rekan penyuluh lain juga agar terus dapat bersinergi dengan masrakatnya dan terus memberikan kegiatan kegiatan keagamaan sesuai dengan tupoksi penyuluh. (Hd)