0 menit baca 0 %

Animo Tinggi, Masyarakat Dihimbau Waspadai Travel Umrah yang Memberi Iming-Iming Lebih

Ringkasan: Riau (Inmas)- Meningkatnya animo masyarakat untuk melaksanakan ibadah umroh akhir akhir ini menunjukkan dua hal penting, yaitu meningkatnya keimanan dan ketaqwaan masyarakat Islam kepada Allah SWT yang dibuktikan dengan antusiasme masyarakat islam menunaikan ibadah umroh sekalipun dengan menghabiska...

Riau (Inmas)- Meningkatnya animo masyarakat untuk melaksanakan ibadah umroh akhir akhir ini menunjukkan dua hal penting, yaitu meningkatnya keimanan dan ketaqwaan masyarakat Islam kepada Allah SWT yang dibuktikan dengan antusiasme masyarakat islam menunaikan ibadah umroh sekalipun dengan menghabiskan biaya yang relatif besar dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, sebagai dampak positif dari pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Maka hal tersebut sesuatu yang harus disyukuri bersama.

Hal tersebut ditegaskan Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, Jumat (23/11/2017) menanggapi pertanyaan wartawan terkait dengan tingginya animo masyarakat menunaikan ibadah murah yang berdampak banyak bermunculan travel agen agen yang membuka paket- paket umroh dengan berbagai program menarik sampai dengan harga murah bahkan tak sungkan memberikan iming- iming yang tidak masuk akal.

Mantan Kakankemenag Rohul ini menjelaskan, satu hal yang perlu dicermati bahwa umroh itu adalah ibadah, makanya harus diluruskan niat semata mata karena melaksanakan perintah Allah SWT bukan untuk rekreasi ataupun wisata. Persoalan didalamnya ada unsur wisata karena menempuh perjalanan panjang dan melihat pemandangan indah, itu lain soal atau rezki tambahan dari Allah SWT.

"Banyaknya travel haji dan umroh sekarang, yang tumbuh bagaikan jamur di mudim hujan, saya kira ini rahmat tersendiri pula, dimana dari pelaksanaan ibadah umroh, lahir perusahaan travel haji dan umroh, yang dapat menyerap lapangan kerja yang cukup banyak dan menjanjikan. Saya berharap bahwa kehadiran travel ini justru memperlancar jamaah untuk menunaikan umrah dan bukan sebaliknya, yakni menambah masalah dan menyebabkan tidak jadinya orang melaksanakan umroh," ungkapnya.

Terkait dengan soal biaya, ia harap masyarakat jangan terlalu tergiur degan biaya yang terlalu murah, sebab perlu dipertanyakan kenapa biayanya sangat murah. Peserta umroh rata rata setiap bulan dari Riau sekitar 1.500 orang, setahun 18.000 orang.

"Masyarakat yang ingin umrah kita minta untuk mewaspadai travel yang memberikan iming- iming lebih. Jika merasa ragu, koordinasikan keabsahan izin travel umrah ke Kementerian Agama setempat, jangan sampai tertipu. Dan pastikan 5 pasti travel, jadwalnya, visanya, travel nya, hotelnya dan jadwal berangkatnya," pungkasnya. (ash/e-m)