Batam (Inmas)- Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Ir. H. Zulfadhli mengunjungi Embarkasi Batam, Jumat (19/8). Kunjungannya disambut oleh Sekretaris PPIH Embarkasi Batam H. Syahbudi dan sejumlah jajarannya. Kunjungan Zulfadhli ke Embarkasi Batam diawali dengan meninjau proses boarding jamaah calon haji (JCH) di Bandara Hang Nadim Batam. Sesaat setelah proses boarding Zulfadhli pun diperkenankan oleh awak pesawat SAA nomor penerbangan SV 5517 untuk menyapa kepada jamaah calon haji yang sudah siap membawa mereka ke Tanah Suci.
Diawali dengan memperkenalkan diri, Zulfadhli mengatakan kunjungannya ke Embarkasi Batam dalam rangka untuk melaksanakan tugas sebagai anggota DPR RI untuk memantau penyelenggaraan ibadah haji di Embarkasi Batam. “Seluruh anggota DPR Komisi VIII hari ini ditugaskan untuk memantau penyelenggaraan ibadah haji di embarkasi yang ada di Indonesia. Karena saya berasal dari daerah pemilihan Kalimantan Barat, maka saya ditugaskan memantau di Embarkasi Batam dimana jamaah calon haji asal Kalimantan Barat bergabung di sini. Saya mengucapkan selamat jalan dan semoga menjadi haji dan hajjah yang mabrur”, kata politikus Golkar ini.
Usai melepas JCH Kloter 11 BTH di Bandara Hang Nadim Batam, Zulfadhli melanjutkan kunjungan kerjanya ke Asrama Haji Batam untuk memantau proses penerimaan jamaah calon haji Kloter 12 BTH asal Mempawah, Melawi, dan Pontianak yang secara berangsur masuk ke Asrama dengan tiga penerbangan berbeda. Di Asrama Haji Batam Zulfadhli menyapa JCH di Aula Arafah II Asrama Haji Batam.
Dalam kesempatan tersebut, Zulfadhli mengatakan pengawasan yang dilakukan pihaknya bukan saja di embarkasi saja tetapi juga hingga penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi. Zulfadhli mengatakan DPR sudah meminta kepada Pemerintah melalui Kementerian Agama agar tragedi Mina tahun lalu tidak pernah terulang lagi.
“Kita sepakat bahwa pelayanan ibadah haji dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, semakin baik. Namun memang tahun lalu ada tragedi Mina yang tidak bisa kita elakkan. Saya minta kepada jamaah calon haji untuk benar-benar memasang niat bahwa perjalanan haji ini hanya untuk beribadah kepada Allah, jangan ada niat yang kurang baik. Biasanya jika ada niat yang kurang baik akan mendapatkan cobaan dari Allah SWT”, ucapnya.
“Pesan saya kepada jamaah ikuti saja arahan dari pembimbing, insya Allah kita selamat. Kedua, tahun ini suhu udara masih sangat tinggi bisa mencapai 50 derajat celcius oleh karena itu jaga kesehatan agar ibadah tetap bisa dilaksanakan”, ucapnya lagi.
Ketika dimintai komentarnya soal kemungkinan Kalimantan Barat membuat embarkasi sendiri, Zulfadhli mengatakan kemungkinan tetap ada namun membutuhkan persiapan yang matang. “Menurut saya lebih efektif tetap bergabung di Embarkasi Batam, namun memang Asrama Haji Batam harus ditingkatkan fasilitasnya. Kita tahu banyak yang harus ditingkatkan agar jamaah haji bisa lebih nyaman berada di asrama, oleh karena itu saya mengusulkan agar Asrama Haji Batam bisa diserahkan ke Pemerintah Provinsi lepas dari Otorita Batam”, tambahnya.
“Jika bisa dikelola oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, saya yakin bisa ditingkatkan karena DPR Ri akan membantu meningkatkan fasilitasnya melalui APBN. Saya kira itu opsi yang paling baik saat ini”, pungkasnya. (hatiman/rls)