Pekanbaru (Inmas) - Bimas Kristen Kanwil Kemenag Prov. Riau taja Kegiatan Pembinaan Penyuluhan Non PNS dan Peningkatan Kerukunan Internal Gereja yang dilaksanakan bersamaan pada tanggal 28 November s/d 01 Desember 2016 di Hotel Winstar, Pekanbaru. Kegiatan yang mengundang 80 peserta dari Kab/Kota se-Provinsi Riau merupakan tokoh agama setempat.
Yesri Elvis selaku Pembimas Kristen menjelaskan bahwa 2 kegiatan ini bertujuan untuk mengeratkan tali silaturahmi diantara kita semua karena kerukunan internal gereja erat kaitannya dengan penyuluh agama yang bertugas langsung memberikan pencerahan kepada umat.
Selain itu Elvis biasa dipanggil mengatakan," 2 Kegiatan ini sengaja dilaksanakan secara bersamaan tetapi kita tetap membedakan kelas pemberian materi dengan narasumber yang berbeda pula. Pada kegiatan ini kami mengundang narasumber hebat yang berkompeten di bidangnya sehingga materi yang diberikan pun dapat langsung tepat sasaran danmudah dipahami oleh peserta."
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Direktur Urusan Agama Kristen Direktorat Bimas Kristen, Drs. Andar Gultom, M. Pd, menjelaskan bahwa kerukunan antar umat beragama dapat tercipta apabila pada kepentingan intenalnya memiliki suara yang sama dalam melaksanakan visi misi bersama.
"Apabila internalnya masih ada konflik yang menuju perpecahan maka jangankan umat, tokoh agama saja enggan untuk bersatu, sehingga dikhawatirkan permasalahan semakin mencuat. Biasanya konflik internal ini terjadi karena ego kepengurusan yang saling ingin memenangkan pendapatnya tanpa memandang bahwa ini adalah kepentingan umat," tegas Andar Gultom.
Lebih lanjut Beliau berharap bahwa dengan adanya kegiatan ini tokoh-tokoh agama mau menghilangkan kepentingan ego diri sendiri dan lebih mementingkan kebutuhan spiritual umat agar kita terus menguat dan mampu menghadapi perbedaan eksternal sehingga kerukunan intern dan antar umat beragama dapat terjaga.
"Kerukunan internal gereja ini juga merupakan tugas penting bagi penyuluh agama baik itu PNS atau pun non PNS. Maka, saya berharap setelah kegiatan ini para penyuluh agama yang mengikuti kegiatan ini dapat menerapkan materi tersebut pada lingkungan masing-masing dan bersama-sama menjaga kerukunan internal gereja," tutup Andar Gultom sebelum membuka resmi 2 kegiatan ini. (nvm)