Pekanbaru (Inmas), Kepala Sub Bagian Hukum dan
Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Riau, H.
Anasri Nurdin, S.Ag, M.Pd sebagai salah seorang narsumber pada kegiatan
Pembinaan Aktor-Aktor Kerukunan yang dilaksanakan di Cititel Hotel Pekanbaru
sampaikan materi tentang Potret Kerukunan Umat Beragama Persfektif Sejarah dan
Aksi. Senin (29/10).
Mengapa kita harus rukun ? Indonesia adalah negara
yang penduduknya sangat majemuk. Kerukunan sangat mutlak dalam menjaga
stabilitas poltik dan ekonomi. Sejarah telah membuktikan melalui Sumpah Pemuda
tahun 1928, Para pemuda kita sangat
rukun. Papar Anasri.
Menurut beliau saat ini ada tiga hal harus kita
lakukan, pertama; Terkait dengan laporan Dana FKUB tahun 2018 sesuai dengan
juknis lengkap dengan SP2D. buat pertanggungjawabannya. Kedua : Bagaimana
kondisi saat ini terlaporkan setiap bulannya. Pekanbaru termasuk yang paling
rajin membuat laporan, namun isi laporannya Nihil. Ketiga: Masalah data pemeluk
agama. Di Riau saat ini ada 6.364.306 pemeluk agama (diluar aliran
kepercayaan), dengan persentase Islam 88,81 %, Kristen 7,22 %, Katolik1,71 %,
Hindu 0,34%, Budha 1,44 ?n Konghucu 0,06 %. Papar Anasri. (Idris). Â Â