Siak (Inmas) – Selasa, (15/05/18), Untuk yang perdana kalinya Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia (MAN IC) Siak mewisuda santriwan dan santriwati. Dari 81 yang lulus itu, nama anak Bupati Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Atbah Romin Suhaili, Lc yakni Dzaka Azzam Jakartia menjadi lulusan hafizh terbaik. Tiga tahun belajar di MAN IC Siak, Zaka Azzam sukses menuntaskan hafalan al-Qur’annya 30 Juz dan dipastikan diterima di perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Suasana hati penuh bahagia dan rasa syukur yang terpancar tak dapat disembunyikan dari wajah keluarga dan Dzaka sendiri.
Begitu juga pada orang tua/wali santriwan dan santriwati yang hadir, semua merasa terharu dan bahagia serta bangga melihat anak-anaknya bisa menyelesaikan pendidikannya dan menjadi penghafal al-Qur’an. Sebanyak 81 santriwan/ti dinyatakan lulus dan dikembalikan kepada orangtuanya ditandai dengan salam-salaman antara majelis guru dengan para orang tua wali murid. Dari jumlah tersebut 15 orang merupan santri hafizh dan hafizhah 5-30 juz.
Kepala MAN IC Siak, Dra. Hj. Hayatirruh, M.Ed menyampaikan dari 15 santri yang hafizh-nya terbaik itu adalah Dzaka Azzam Jakartia anak Atbah Romin Suhaili, Lc Bupati Sambas, Kalimantan Barat, yang telah menjadi hafizh 30 juz, Reza Zaki Dermawan anak dari Muslim Anggota DPRD Siak 15 Juz, hafiz 28 juz santri bernama Ocha Dwi Rizki. "Dari 81 orang ini, 10 diantaranya sudah dipastikan diterima di Perguruan Tinggi ternama di Indonesia, UI, UGM, IPB, Telkom dan lainnya. Untuk angkatan pertama ini nilai tertinggi UN mencapai angka 95", sebut Hayatirruh.
Mantan Kepala MAN 1 Pekanbaru ini menceritakan perjuangan mereka dengan anak-anak angkatan pertama ini sejak awal dibukanya sekolah tersebut. "Sulit rasanya melupakan perjuangan mereka, diawal dulu fasilitas air dan listrik belum maksimal terpaksa anak-anak mengangkut air menggunakan ember untuk dibawa ke asrama masing-masing. Mudah-mudahan kelak mereka menjadi insan-insan rabbani, qur’ani uang membawa bangsa dan negeri ini ke arah yang lebih baik", harapnya. (Hd)