Orang yang tak pandai mengenang jasa dan kebaikan orang lain terhadapnya dan tidak pandai berterima kasih kepada mereka termasuk kategori orang yang sombong. Orang yang sombong pantas mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan. Pengalaman banyak menunjukan bahwa orang yang tidak tahu diri, akhir dari kehidupannya selalu berujung penderitaan dan kehinaan. Ada saja jalan yang menjadi sebab atau mengantarnya kepada kesusahan cepat ataupun lambat.
Tuhan saja tidak menyukai orang-orang sombong alias tidak pandai bersyukur. Dalam salah satu firmanNya dinyatakan:”jika kamu bersyukur, maka akan Aku tambah nikmatKu, tapi jika kamu kufur, maka siksaanKu amat pedih”. Ini merupakan janji Tuhan dan Tuhan tidak pernah mengingkari janjiNya bahwa orang yang pandai bersyukur, maka ia akan senantiasa mendapatkan tambahan nikmat. Sebaliknya orang-orang kufur (durhaka) akan mendapatkan penderitaan baik di atas dunia ini maupun di akhirat kelak.
Sehubungan dengan itu, bila kita saat ini berada dalam kehidupan yang sukses, maka ingatlah jasa dan kebaikan orang-orang yang dahulunya pernah membantu kita. Kalau memang orang tersebut telah meninggal dunia kunjungilah keluarganya dan berikan perhatian kepada mereka. inilah tanda orang yang pandai membalas budi baik orang lain. Janganlah kita menjadi seperti orang yang lupa daratan yang dengan begitu mudahnya mengabaikan jasa dan kebaikan orang lain.
Kehidupan ini terikat dengan sunnatullah. Siapa yang berbuat kebaikan, maka ia akan mendapatkan kebaikan pula. Sebaliknya siapa yang berbuat keburukan, maka keburukan pula yang akan diterimanya. Kita akan menerima konsekuensi sesuai dengan perbuatan yang kita lakukan. Hari ini kita melupakan jasa dan kebaikan orang lain, suatu saat nanti orang lain akan melupakan jasa dan kebaikan kita pula.
Allah swt mempergilirkan hari-hari dalam kehidupan manusia. Hari ini barangkali kita sedang berkuasa tapi suatu saat nanti kita sudah tidak berkuasa lagi. Hari ini kita berada di atas tapi suatu saat nanti kita akan berada di bawah. Allah swt memberikan kekuasaan kepada orang-orang yang dikehendakiNya dan Allah swt mencabut kekuasaan dari orang yang dikehendakiNya. Allah swt memuliakan orang-orang yang dikehendakiNya dan menghinakan orang-orang yang dikehendakiNya pula.
Kemuliaan dan kehinaan itu diberikan kepada seseorang tergantung kepada kelakuannya. Kalau seseorang itu pandai bersyukur kepada Allah swt dan pandai berterima kasih kepada sesama manusia, Allah swt akan senantiasa memuliakannya menurut cara-cara Allah swt. Sebaliknya seseorang yang kufur kepada Allah swt dan tidak tahu berterima kasih kepada sesama manusia, Allah swt akan menghinakannya menurut cara-caraNya pula.
Oleh karena itu, berusahalah dalam hidup ini untuk pandai bersyukur kepada Allah swt atas nikmat (anugerah) yang diberikanNya. Dan berterima kasihlah kepada orang-orang yang telah berjasa dan pernah berbuat baik kepada kita. Sebab sesuai dengan janji Allah swt sebab utama manusia itu mengalami penderitaan dan kehinaan dalam kehidupan dunia ini adalah karena ia tidak pandai bersyukur kepada Allah swt dan tidak pandai berterima kasih kepada manusia. Wallah A’lam***.(ana/am)