0 menit baca 0 %

Amanat H. Suhaimi Hasyim bakar semangat para santri

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas)- Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah Simpang Benar Kabupaten Rokan Hilir Senin, 23 Oktober 2017 melaksanakan upacara bendera Hari Santri Nasional ke 3 di halaman pondok pesantren.Upacara kali ini terbilang unik dan berbeda jika dibandingkan pelaksanaan upacara  pada hari-hari Sen...

Rokan Hilir (inmas)- Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah Simpang Benar Kabupaten Rokan Hilir Senin, 23 Oktober 2017 melaksanakan upacara bendera Hari Santri Nasional ke 3 di halaman pondok pesantren.

Upacara kali ini terbilang unik dan berbeda jika dibandingkan pelaksanaan upacara  pada hari-hari Senin sebelumnya. Hari ini, seluruh santri dan para ustadz ada yang memakai sarung, jubah putih dan ada yang memakai celana panjang.

Hal tersebut adalah inisiasi dari Pengasuh Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah KH. Hasanuddin yang mencoba menciptakan suasana berbeda dalam upacara yang bertepatan dengan memontum bersejarah peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2017.

“Ini adalah momen langka untuk memeriahkan dan mensosialisasikan Hari Santri Nasional” ujar KH. Hasanuddin

Bagi santri yang menetap di Pondok, mungkin bukan lagi hal aneh dan sudah dianggap biasa. Tetapi bagi santri lepas, khususnya bagi santri MI , MTs dan MA yang tidak mondok pastinya hal ini masih dianggap tabu dan tidak biasa apalagi dalam Upacara Formal seperti ini. Begitupun dengan sebagian guru yang tidak mengenal dunia Pesantren selama ini. Karena selain santri Pontren Bidayatul Hidayah, juga ikut menjadi peserta upacara siawa-siswi MTs Negeri 1 Rokan Hilir, MTs Al-Azhar Simpang Benar dan MTs Hubbul Wathan Simpang Benar.

Upacara yang diikuti kurang lebih 1000 santri ini dihadiri pihak Posek Tanah Putih, guru-guru MTs N 1 Rohi, MTs Al-Azhar, Hubbul wathan dan Pontren Al-Muhsinin dengan pembina upacara Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kantor Kemenag Rokan Hilir H. Suhaimi Hasyim mewkili Kakan Kemenag Rohil yang saat ini sedang terbaring sakit di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Duri.

Dalam amanatnya yang menggelora H. Suhaimi mengajak para santri agar tekun dalam menuntut ilmu, karena ilmu akan menjadi pelita penerang bagi pemiliknya di masa depan. “al-ilmu munawwirun kassiraaj,” ungkap H. Suhaimi.

Dihadapan peserta upacara H. Suhaimi menagaskan bahwa salah besar kalau pontren diidentikkan dengan teroris, justru sebaliknya salah satu komponen bangsa yang konsisten sampai saat ini menjaga NKRI adalah kiyai, santri dengan pondok pesantrennya. “hari santri nasional adalah bukti pengakuan negara akan eksistensi pondok pesantren,” tegasnya.

Selain itu, alunan merdu suara kelompok penyanyi saat melantunkan "Mars Santri Nasional" sangat menggugah hati dan menumbuhkan motivasi para santri untuk terus belajar, berjuang untuk siap menjadi Generasi pelanjut para syuhada yang telah gugur di Medan Perang untuk mengusir penjajah dari Negara kita demi keamanan, kemerdekaan dan keutuhan bangsa, Negara dan Agama kita.

Beberapa acara yang berbeda dengan Pelaksanaan Upacara Hari senin adalah adanya  pembacaan Ikrar santri dan menyanyikan Mars Santri Nasional. Seluruh santri terlihat antusias mengikuti Upacara ini dan tersenyum bahagia ketika telah sukses melaksanakan Upacara Hari Santri 2017 tanpa kendala apapun.

Semoga tahun-tahun berikutnya Peringatan Hari Santri Nasional bisa lebih meriah dalam rangka mensosialisasikan Hari Santri Nasional,” harap KH. Hanuddin. (Nsh)