Kuansing ( inmas ) Koordinator penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan PNS Kec. Singingi Hilir ini dipilih sebagai KOSIAK PUTIH AIR JONIAH pada musyawarah Besar Suku Domoyang di harapkan mampu menjadi penyuluh dan contoh bagi masyarakat Desa Kotobaru.
Ini tahap saya belajar untuk Menambah ilmu dan kekurangan saya, semoga dengan amanah ini saya akan menjadi lebih baik dan selalu dalam bimbingan di jalan kebenaran serta kedekatan pada Allah SWT. Kata Alzekrillah, S.Psi Alumni Pondok Pesantren Syafaaturrasul Beringin Teluk Kuantan ini.
Marsudi, S. Sos.MM Selaku pembawa Acara mengatakan bahwa seseorang tidak dapat berfungsi sebagai ninik mamak dalam masyarakat adat, seandainya dalam kaum keluarga sendiri tidak mempunyai budi pekerti yang luhur.
Ungkapan ini di sampaikan Marsudi, S. Sos. M.Si ketika membuka acara pemilihan Golar Adat Suku Domo Desa Koto baru, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten kuantan Singingi, Rabu (18/03/2020).
“Penghulu terpilih karena tinggi tampak jauah gadang tampak dakek, pandangnyo leba alamnyo laweh, tinggi dek dianjuang gadang dek diamba, yang pengangkatannya atas persetujuan bersama untuk menjadi pemimpin.
Lebih detail Marsudi, S.Sos. M.Si katakan bahwa peran ninik mamak di tengah masyarakat sebagai pemimpin informal dituntut untuk memotivasi anak kemenakan dalam berbagai kegiatan pelaksanaan pembangunan fisik maupun non fisik. Bukan hanya sekedar memerintah, tetapi benar-benar dituntut dalam segala kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya di tengah masyarakat.
Ninik mamak merupakan orang yang mempunyai budi yang dalam, tingkah laku yang baik dan tutur kata yang sopan, sehingga menjadi panutan dan dambaan bagi anak kemenakan. Dalam pematah “Manimbang samo barek, membagi samo banyak artinya meletakkan sesuatu pada tempatnya.
Dia jelaskan bahwa jabatan ninik mamak sebagai pemegang sako secara turun temurun menurut garis keturunan ibu dalam sistem matrilineal. Sehingga, keberadaan niniek mamak lebih jauh terlihat bak pepatah minang
“Bak baringin di tangah koto, ureknyo tampek baselo, batangnyo tampek basanda, dahanyo tampek bagantuang, daunnya tampek bataduah kahujanan, tampek balinduang kapanehan, nan didahulukan salangkah ditinggikan sarantiang, kapai tampek batanyo, kapulang tampek babarito.
Begitu lah tingginya peran seorang niniek mamak ujarnya. ( Marsudi, S.Sos. M.Si ) Gelar Adat Penentu Fungsi Ninik Mamak
1. Alzekrillah Syaf, S.Psi dinobatkan sebagai Khotik ( Khotib) Suku Domo,
2. Atmam, sebagai Imam Suku Domo
3. Fadhilah sebagai ( Datuak Jalawi ) suku Domo
Serta di hadiri oleh seluruh cucuang kemanakan, ninik mamak nan batigo
1. Paslan ( Datuk Bandaro Rajo )
2. Ramalis ( Datuk Padukotuan )
3. Addul Azis Ibra ( Datuak jalawi )
Ungkapan ini di sampaikan Marsudi, S. Sos. M.Si ketika membuka acara pemilihan Golar Adat Suku Domo Desa Koto baru, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten kuantan Singingi, Rabu (18/03/2020).
“Bak baringin di tangah koto, ureknyo tampek baselo, batangnyo tampek basanda, dahanyo tampek bagantuang, daunnya tampek bataduah kahujanan, tampek balinduang kapanehan, nan didahulukan salangkah ditinggikan sarantiang, kapai tampek batanyo, kapulang tampek babarito. Begitu lah tingginya peran seorang niniek mamak ujarnya. ( MB )