0 menit baca 0 %

Alwis, S.Sos.I., MA: Insya Allah Studi Tiru di Jogokariyan Akan Kami Implementasikan

Ringkasan: Siak (Inmas) - Masjid Jogokariyan adalah masjid bersejarah terutama jika dikaitkan dengan Keraton  Ngayogyakarta Hadiningrat yang berada di Kampung Jogokariyan atau tepatnya berada dijalan Jogokariyan, Matrirejon Yogyakarta. Masjid Jogokariyan didirikan oleh Pengurus Muhammadiyah Ranting Karengkajen...

Siak (Inmas) - Masjid Jogokariyan adalah masjid bersejarah terutama jika dikaitkan dengan Keraton  Ngayogyakarta Hadiningrat yang berada di Kampung Jogokariyan atau tepatnya berada dijalan Jogokariyan, Matrirejon Yogyakarta. Masjid Jogokariyan didirikan oleh Pengurus Muhammadiyah Ranting Karengkajen sebagai media dakwah untuk memperkuat dan untuk menginternalisasi nilai-nilai keislaman kepada diri penduduk yang berada disekitar masjid.

Masjid Jogokariyan Yogyakarta dilihat sekilas memang tak ada bedanya jika dibandingkan dengan masjid yang tersebar dibeberapa Kecamatan di Kabupaten Siak, terutama dari segi bangunan ruang utama masjid.  Bahkan hampir semua Masjid Besar Kecamatan yang ada di Kabupaten Siak yang dibangun oleh Pemkab Siak ruang utama masjid terutama jauh lebih luas ketimbang Masjid Jogokariyan, hanya saja Masjid Jogokariyan berlantai dua dan memiliki ruang dikiri dan kanan yang juga digunakan untuk sholat lima waktu yang penuh sesak bahkan di waktu subuh sekalipun sampai kejalan Jogokariyan tumpah ruah dan tak pernah sepi dari kehadiran jama'ah untuk melaksanakan sholat.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungai Mandau Alwis, S. SosI, MA yang menjadi salah satu dari 29 orang delegasi Studi Tiru MUI Kabupaten Siak kepada Inmas kankemenag Siak mengungkapkan lebih jauh tentang Masjid Jogokariyan Yogyakarta yang sangat fenomenal terutama dari segi manajemen keuangan masjid, dan jumlah amal usaha masjid yang memiliki nilai milyaran rupiah mulai dari hotel, homestay, aula dan bangunan lainnya yang tersebar di Kampung Jogokariyan dan sekitarnya.

Alwis menambahkan bahwa pelajaran yang didapat bagaimana takmir Masjid Jogokariyan menumbuhkan spirit kecintaan terhadap masjid yang dibangun mulai dari anak-anak, remaja, pasca remaja sampai kepada  orangtua, hal ini dapat dilihat dengan banyaknya jumlah jama'ah, komunitas jama'ah dan amal usaha, uniknya semua itu dilakukan dengan cara memanfaatkan kemampuan dan skill setiap jama'ah sehingga jama'ah merasa dibutuhkan dan dilibatkan untuk pengembangan dakwah Islam dibanyak bidang, mulai dari segi pembangunan penginapan dengan sistem lelang dan transparan, manajemen keuangan, poliklinik, sarana olahraga, gedung baru yang nilainya berjumlah 14 milyar lebih.

Diakhir pembicaraan Alwis mengungkapkan bagaimana takmir Masjid Jogokariyan memperlakukan tetangga masjid dengan baik, dengan cara mencarikan solusi terhadap persoalan bagi masyarakat sekitar masjid mulai dari segi memperbaiki ekonomi warga dengan sistem qardhul hasan, serta memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat untuk berobat dipoliklinik. Insya Allah apa yang kami pelajari di Jogokariyan akan kami implementasikan segara di masjid-masjid Kecamatan Sungai Mandau, tukasnya. (Hd/Aws)