Siak (Inmas) - Masjid Jogokariyan adalah
masjid bersejarah terutama jika dikaitkan dengan Keraton Ngayogyakarta
Hadiningrat yang berada di Kampung Jogokariyan atau tepatnya berada dijalan
Jogokariyan, Matrirejon Yogyakarta. Masjid Jogokariyan didirikan oleh Pengurus
Muhammadiyah Ranting Karengkajen sebagai media dakwah untuk memperkuat dan
untuk menginternalisasi nilai-nilai keislaman kepada diri penduduk yang berada
disekitar masjid.
Masjid Jogokariyan Yogyakarta dilihat sekilas
memang tak ada bedanya jika dibandingkan dengan masjid yang tersebar dibeberapa
Kecamatan di Kabupaten Siak, terutama dari segi bangunan ruang utama
masjid. Bahkan hampir semua Masjid Besar Kecamatan yang ada di Kabupaten
Siak yang dibangun oleh Pemkab Siak ruang utama masjid terutama jauh lebih luas
ketimbang Masjid Jogokariyan, hanya saja Masjid Jogokariyan berlantai dua dan
memiliki ruang dikiri dan kanan yang juga digunakan untuk sholat lima waktu
yang penuh sesak bahkan di waktu subuh sekalipun sampai kejalan Jogokariyan
tumpah ruah dan tak pernah sepi dari kehadiran jama'ah untuk melaksanakan
sholat.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan
Sungai Mandau Alwis, S. SosI, MA yang menjadi salah satu dari 29 orang delegasi
Studi Tiru MUI Kabupaten Siak kepada Inmas kankemenag Siak mengungkapkan lebih
jauh tentang Masjid Jogokariyan Yogyakarta yang sangat fenomenal terutama dari
segi manajemen keuangan masjid, dan jumlah amal usaha masjid yang memiliki
nilai milyaran rupiah mulai dari hotel, homestay, aula dan bangunan lainnya
yang tersebar di Kampung Jogokariyan dan sekitarnya.
Alwis menambahkan bahwa pelajaran yang
didapat bagaimana takmir Masjid Jogokariyan menumbuhkan spirit kecintaan terhadap
masjid yang dibangun mulai dari anak-anak, remaja, pasca remaja sampai
kepada orangtua, hal ini dapat dilihat dengan banyaknya jumlah jama'ah,
komunitas jama'ah dan amal usaha, uniknya semua itu dilakukan dengan cara
memanfaatkan kemampuan dan skill setiap jama'ah sehingga jama'ah merasa
dibutuhkan dan dilibatkan untuk pengembangan dakwah Islam dibanyak bidang,
mulai dari segi pembangunan penginapan dengan sistem lelang dan transparan,
manajemen keuangan, poliklinik, sarana olahraga, gedung baru yang nilainya
berjumlah 14 milyar lebih.
Diakhir pembicaraan Alwis mengungkapkan
bagaimana takmir Masjid Jogokariyan memperlakukan tetangga masjid dengan baik,
dengan cara mencarikan solusi terhadap persoalan bagi masyarakat sekitar masjid
mulai dari segi memperbaiki ekonomi warga dengan sistem qardhul hasan, serta
memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat untuk berobat
dipoliklinik. “Insya’Allah apa yang kami pelajari di Jogokariyan akan kami
implementasikan segara di masjid-masjid Kecamatan Sungai Mandau,” tukasnya. (Hd/Aws)