ROKAN HULU (KEMENAG) Alqur’an secara behasa adalah berarti bacaan, sedangkan menurut istilah sebagaimana dikemukakan oleh Muhammad Ali al-Shobuni dalam kitabnya al-Tibyan fi Ulumil Qur’an adalah Kalam Allah, yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul terakhir Muhammad SAW, melalui perantaraan Malailkat Jibril, ditulis dalam mushaf Utsmani, disampaikan kepada kita secara mutawatir (valid), dipandang beribadah bagi yang membacanya, dimulai dari surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat al-Nas.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika memberikan ceramah dalam rangka peringatan Nuzul Alqur’an Kec Rambah, bersempena dengan Safari Ramadhan Pemkab Rohul, Sabtu (19/7/2014) bertempat di Masjid Raya Kota Pasir Pengaraian.
Dikatakannya, sebahagian ahli Ulumul Qur’an, menambahkan bahwa Alqur’an adalah berbahasa Arab dan memberikan tantangan kepada para penentangnya untuk mendatangkan satu surat yang serupa Alqur’an, jika mereka tidak percaya dan merasa benar.
Ahmad Supardi lebih lanjut menyatakan, tantangan Alqur’an tersebut, masih berlaku sampai dengan saat ini dan bahkan sampai kapanpun juga. Namun demikian, sejarah mencatat bahwa ternyata tidak ada satupun umat manusia yang mampu mendatangkan yang serupa dengan Alqur’an.
Sungguh benar firman Allah : Kalau sekiranya jin dan manusia berkumpul dan mengumpulkan kekuatan bersama, untuk mendatangkan yang menyerupai Alqur’an, mereka tidak akan mampu untuk mendatangkannya, sekalipun mereka saling bantu membantu secara nyata (Q.S. al-Isra’ : 88), tegas Ahmad Supardi.
Ditambahkannya, ketidak mampuan manusia dan jin mencontoh Alqur’an, karena Alqur’an memiliki isi yang sangat serasi dan bersesuaian. Sebagai contoh kata hayat dan maut disebutkan sama yaitu 145 kali, kata dunia dan akhirat disebutkan sama 115 kali, Malaikat dan Syethan 88 kali, infaq dan ridha 73 kali, zakat dan berkah 32 kali, kikir dan penyesalan 12 kali, kata yaum disebutkan 365 kali, kata syahr 12 kali.
Ahmad Supardi lebih lanjut menyatakan, berdasarkan hadits Nabi, orang yang membaca Alqur’an satu huruf saja akan mendapatkan kebaikan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf, begitu penjelasan Nabi Muhammad SAW.**(Ash)