0 menit baca 0 %

Allah Mencintai Kema’afan

Ringkasan: Kampar (Humas) – Sesungguhnya Allah Swt itu, mencintai kema’afan. Demikian salah satu poin yang disampaikan Abuya Syamsuatir MSy dalam ceramahnya saat mengisi jadwal tausiyah pagi jum’at di Musholla miftahul ‘ilmi Kantor Kementerian Agama Kab.

Kampar (Humas) – Sesungguhnya Allah Swt itu, mencintai kema’afan. Demikian salah satu poin yang disampaikan Abuya Syamsuatir MSy dalam ceramahnya saat mengisi jadwal tausiyah pagi jum’at di Musholla miftahul ‘ilmi Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar (31/07).

Syamsuatir mengatakan, hari raya Aidil Fitri sering dikaitkan dengan sifat bermaaf-maafan atau halal bil halal. Sifat pemaaf atau member kema’afan merupakan salah satu dari pada sifat-sifat luhur yang perlu ada pada diri setiap individu Muslim. Terdapat beberapa ayat al-Quran dan hadis yang telah menekankan tentang keutamaan bersifat sedemikian.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Ali-Imran ayat 134 yang bermaksud: Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan orang lain, Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Mereka yang bersifat pemaaf ini adalah golongan insan yang berjaya menahan nafsu amarahnya terhadap orang lain tanpa dilampias dengan rasa dendam dan rasa sakit hati. Perasaan insan pemaaf selalunya akan bebas daripada perasaan berburuk sangka dan dendam kesumat dan digantikan pula dengan sikap suka memaafkan kesalahan orang lain terhadap dirinya, terang Syamsuatir.

Bersempena dengan bulan Syawal yang mulia ini, golongan insan yang bersifat dan berhati mulia ini akan sentiasa mendapat ketenangan dan kebahagiaan yang akan dilimpahi oleh Allah SWT kepadanya, lantaran telah memartabatkan kemaafan bagi mengisi hari raya Aidil fitri yang begitu bermakna ini, tegas Syamsuatir. (Ags)

 

(edit:vera)