0 menit baca 0 %

Alfian : Wujudkan Nilai-Nilai Al-Qur an Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ringkasan: Kampar (Inmas) Melalai momentum Musabaqah Tilawati Qur an (MTQ) ke-48 tingkat Kab. Kampar tahun 2017, mari kita wujudkan nilai-nilai Al-Qur an dalam kehidupan kita sehari-hari. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.

Kampar (Inmas) Melalai momentum Musabaqah Tilawati Qur an (MTQ) ke-48 tingkat Kab. Kampar tahun 2017, mari kita wujudkan nilai-nilai Al-Qur an dalam kehidupan kita sehari-hari. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Alfian MAg dalam kata sambutannya pada acara malam penutupan MTQ, hari rabu malam (17/05) di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu.

Hadir dalam acara penutupan tersebut Pj Bupati Kampar Syahrial Abdi AP MSi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas, Camat, Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kemenag Kampar, Ketua LPTQ Kab. Kampar,

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se Kab. Kampar dan seluruh undangan yang hadir,serta seribuan masyarakat lainnya.
Alfian mengatakan, Al Quran merupakan pedoman hidup untuk mengatur semua yang berkaitan dengan perbuatan manusia di dunia. Baik itu Dalam aspek hubungan diri sendiri, dengan Allah Swt dan dengan sesama manusia. Dengan menjadikan Al-Qur an sebagai pedoman kehidupan kita, Insya Allah akan menghasilkan kesejahteraan, akhlak mulia dan peradaban bagi manusia.

Menjalani kehidupan di dunia merupakan sebuah perjalanan yang singkat. Tujuan hidup kita sebenarnya ialah menggapai ridho Allah SWT agar kehidupan kelak di akhirat berbahagia. Tapi banyak manusia terlena dengan pesona dunia, mereka rela meninggalkan pondasi dari Al Quran hanya untuk mengejar sesuatu yang bersifat sementara. Kehidupan yang kekal di akhirat ditukar dengan kesenangan yang hanya berlalu sekian waktu saja.

Oleh karena itu, mari kita semakin mendekatkan diri dengan Al-Qur an, kita baca, kita pelajari dan kita jadikan sebagai pegangan hidup kita. Ajaran Islam memerintahkan agar kita menjadi orang yang alim tentang Al-Qur an, mempelajari Al-Qur an atau paling tidakย  mendengarkan bacaan al-qur an, pungkas Alfian. (Ags/Usm)