Kampar (Inmas) - Bulan suci Ramadhan, adalah bulan yang penuh rahmat, berkah dan ampunan dari Allah SWT. bulan yang keutamaannya dibanding dengan bulan yang lain seperti keutamaan Allah dibanding dengan makhluknya. Untuk itu marilah kita membenahi pola pikir, memperbaiki sudut pandang, dan menata hati kita, yang barangkali selama sebelas bulan kemarin, hati kita merasa bosan melakukan ketaatan, jenuh dan malas dalam beribadah, tidak khusuk dalam sholat dan mudah diajak kemaksiatan serta menyenangi perbuatan yang tiada guna hingga mengakibatkan hati kita babak belur, tertatih-tatih karena berpenyakit ganas, dipermainkan hawa nafsu, diombang-ambingkan dan ditipu daya oleh syetan, hati yang seperti inilah mengakibatkan buta akan kebenaran dan tuli terhadap peringatan Allah SWT.
Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Alfian MAg, saat membuka dan memberikan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) ba’da Sholat Zuhur, hari senin (29/05) di Musholla Miftahul ‘ilmi Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. Hadir dalam acara tersebut Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar H Muhammad Hakam MAg, para Kasi dan Pegawai dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.
Oleh karena itu marilah kita obati, kita perbaiki, kita bersihkan dan kita sucikan hati yang telah rusak dan mati ini dengan sebersih-bersihnya dan sesuci-sucinya sampai tidak ada bekas-bekas dosa, kotoran, penyakit dan kerusakan dengan cara membuang sifat yang jelek dan mengisi dengan sifat yang baik, sifat yang buruk seperti : pelit, dengki, sombong, pamer, membanggakan diri, ingin dihormati dan lain-lain sedangkan sifat yang terpuji seperti : murah hati, sabar, ikhlas pasrah diri kepada Allah dan lain-lain, terang Alfian.
Mari kita bersihkan sampai hati kita kembali hidup dan baru lagi seperti saat kita masih bayi, hati yang bisa menangkap seruan lembut hidayah, tenang dalam keyakinan kepada Allah, bisa mendorong jasat untuk mudah beramal sholeh, ringan mengerjakan ibadah, telah siap menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah serta melaksanakan sunnah-sunnah Rasulullah Nabi Muhammad SAW, dengan benar dan baik khususnya bulan ramadhan tahun ini, pungkas Alfian. (Ags/Usm)