0 menit baca 0 %

Aksi Peduli Sesama: Keluarga Besar MIS Muhammadiyah Simpangkubu Gelar Donasi untuk Korban Bencana Sumatra

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )---Suasana haru menyelimuti lingkungan MIS Muhammadiyah Simpangkubu pada Jumat, 5/12/2025. Raut wajah para murid yang polos, langkah kecil mereka membawa bingkisan, hingga genggaman tangan para guru yang penuh kasih menjadikan aksi donasi ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi p...

Kampar ( Kemenag )---Suasana haru menyelimuti lingkungan MIS Muhammadiyah Simpangkubu pada Jumat, 5/12/2025. Raut wajah para murid yang polos, langkah kecil mereka membawa bingkisan, hingga genggaman tangan para guru yang penuh kasih menjadikan aksi donasi ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi pelajaran hidup yang membekas.

Di halaman sekolah yang sederhana, tetapi penuh kehangatan, para guru bersama siswa-siswi menggelar aksi peduli untuk membantu korban bencana di Sumatra. Sejak pagi, anak-anak datang dengan penuh antusias, membawa apa pun yang mereka mampu: uang tabungan, pakaian layak pakai, bahan kebutuhan sehari-hari, dan berbagai bentuk donasi lain yang disiapkan dengan ketulusan.

Kepala MIS Muhammadiyah Simpangkubu,  Nurainun, S.Pd.I, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting dalam menanamkan nilai empati kepada para peserta didik.

“Kami ingin anak-anak belajar bahwa membantu sesama adalah kewajiban moral. Ketika saudara-saudara kita di Sumatera sedang diuji, inilah saatnya kita menunjukkan kepedulian. Alhamdulillah, semangat anak-anak sungguh mengharukan,” ujarnya.

Para guru turut mendampingi siswa dalam proses pengumpulan, pengelompokan, dan pendataan donasi. Mereka berharap kebiasaan memberi dan peduli yang ditanamkan sejak dini akan menjadi karakter yang melekat hingga mereka dewasa kelak. Di tengah kegiatan, beberapa siswa tampak menahan haru saat mendengar kisah para korban bencana, memperlihatkan betapa nilai kemanusiaan itu dapat tumbuh dari hati yang masih suci.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan, kekuatan, dan pemulihan bagi masyarakat Sumatra yang terdampak bencana. Donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan resmi dalam waktu dekat.

Aksi ini menjadi bukti bahwa kebaikan tidak harus menunggu dewasa. Ia bisa tumbuh dari ruang kelas sederhana, dari tangan-tangan kecil yang ikhlas, dan dari hati-hati yang sedang belajar memahami makna peduli.

Dengan semangat kebersamaan, MIS Muhammadiyah Simpangkubu kembali menunjukkan bahwa pendidikan sejati bukan hanya tentang ilmu, tetapi juga tentang memanusiakan manusia.

Fatmi/humas MIM Simpang Kubu